Waduh!!! Laga Kandang Bali United Diboikot Fans Hingga Waktu yang Belum Ditentukan

JABAR EKSPRES – Kenaikan harga tiket home Bali United untuk musim 2023/2024 mendapat kecaman dari fans klub tersebut. Salah satu kecaman datang dari fans tribun utara Bali United atau yang biasa dipanggil NorthSideBoys12.

Mereka berdalih, naiknya harga tiket ini dinilai tidak secara bertahap dan ketidakjelasan definisi standar internasional yang diklaim oleh pihak klub.

“Setelah melakukan forum dengan teman-teman Tribun Utara, sikap NorthSideBoys12 adalah memilih untuk boikot seluruh pertandingan home Bali United dengan tidak hadir di Tribun Utara sampai waktu yang belum ditentukan,” tulis NorthSideBoys12 dalam akun Instagramnya.

BACA JUGA: Masuk 10 Besar Stadion Terbaik Dunia, GBK Ungguli Stadion Kebanggaan Real Madrid

Sebelumnya, harga tiket laga kandang kategori reguler Bali United  mulai dari Rp60 ribu (paling murah) hingga Rp300 ribu (paling mahal). Namun di musim ini, harga tiket tersebut mengalami perubahan. Pihak klub menetapkan Rp100 ribu untuk harga tiket kandang paling murah dan Rp400 ribu untuk  harga tiket kandang paling mahal.

Di lain sisi, NorthSideBoys12 ternyata menolak komisi tiket sebesar 5 persen dari pihak manajemen Bali United.

“Dari awal komunitas ini lahir, kami menolak komisi tiket 5 persen yang diberikan oleh manajemen. Itu artinya kami menolak pendapatan dari komisi tiket sebesar 12-15 juta per match,” lanjut tulisan di Instagram tersebut.

BACA JUGA: Jadwal Bentrok! GBK untuk Coldplay atau FIFA Matchday?

Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan tiket laga kandang di Stadion I Wayan Dipta.

“Hal ini atas pertimbangan kapasitas stadion yang berkurang dengan adanya single seat dan untuk tetap bisa menjaga kenyamanan fasilitas Stadion Dipta yang sudah standar internasional,” jelas Yabes Tanuri, melansir dari situs resmi Bali United.

Yang pasti, sepakbola tidak akan ada artinya jika tidak ada supporter yang menghadiri laga tersebut. Semestinya, pihak klub dan supporter harus berjalan bergandengan untuk mencapai tujuan bersama. (*)

BACA JUGA: Terkuak! Alasan Wiljan Pluim Memilih Mundur saat Akan Dinaturalisasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan