DBD Mengancam di Karawang, Ini Langkah Cerdas Untuk Mencegahnya

JABAR EKSPRES – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dalam 6 bulan terakhir tepatnya dari Januari hingga Juni 2023 ini, terjadi ratusan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilaporkan di Karawang.

Hal ini menimbulkan kecemasan di masyarakat, pasalnya dari 507 kasus yang dilaporkan, ada 4 angka kematian. Dengan demikian DBD di Karawang sudang mengancam jiwa, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah cerdas untuk mencegah dan menekan angka tersebut kembali naik.

Tingginy angka DBD di Karawang dibenarkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu.

“Terhitung sampai hari ini ada sebanyak 507 kasus DBD di Karawang. 4 orang diantaranya meninggal dunia karena DBD,” kata Yayuk.

Angka tersebut diperkirakan masih akan naik, karena yayuk mengaku baru menerima laporan ada satu lagi pasien DBD yang meninggal, namun data lengkapnya belum diterima.

Untuk mencegah terus naiknya angka tersebut, Yayuk sudah melakukukan sosialisasi dengan mengimbau masyarakat agar melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M plus. Yakni; menguras, menutup dan menyingkirkan sumber jentik nyamuk yang ada di lingkungan masing-masing.

Tidak berhenti disitu, dia juga akan mengantisipasi peningkatan dengue dengan larvasida yang dilakukan secara selektif ke Tempat Penampungan Air (TPA ataupun non TPA) yang berpotensi menjadi pemukiman jentik nyamuk.

Baca Juga :  Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) Yang Perlu Kamu Waspadai!

“Tetap waspada terhadap penyakit DBD dan tetap lakukan pencegahan secara serentak, terutama PSN 3M Plus,” tandasnya.

Dilansir dari laman resmi Kemenkes Demam Berdarah Dengue (DBB) adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh adanya gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Penyakit ini sangat identik dengan musim hujan, dimana banyak genangan air yang akan menjadi tempat nyamuk tersebut bersarang.

Karenanya Kementrian kesehatan memberikan tips langkah-langkah cerdas yang sehat agar terhindar dari infeksi virus dengue, sekaligus sebagai upaya pencegahan agar kasus tersbeut tidak terus naik.

Baca juga :  Wujudkan Jabar Bebas DBD, Enesis Gandeng Wagub Jabar dan Atalia Praratya Edukasi DBD kepada Ibu PKK bersama Soffel

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan