Partai Buruh Ajak Jangan Pilih Caleg Pro Omnibuslaw UU Cipta Kerja, Ancam Mogok Nasional

Partai Buruh Ajak Jangan Pilih Caleg Pro Omnibuslaw UU Cipta Kerja, Ancam Mogok Nasional
Presiden Partai Buruh Said Iqbal saat memimpin aksi demo di depan Gedung Sate, Rabu (7/6). (Jabar Ekspres/Henrik Muchlison)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah masa dari berbagai serikat buruh dan partai buruh berkumpul di depan Gedung Sate, Rabu (7/6). Mereka menggelar aksi demo untuk cabut Omnibuslaw Undang Undang Cipta Kerja, termasuk menyuarakan agar tidak memilih calon legislatif dan pemimpin daerah yang pro omnibuslaw.

Masa dari berbagai serikat buruh itu berkumpul di depan Gedung Sate sejak siang. Jalan depan Gedung Sate itupun terpaksa ditutup dua arah karena untuk aksi demo massa.

Nampak sejumlah masa serikat pekerja itu di antaranya dari Serikat Pekerja Nasional (SPN), dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Selain itu, Presiden Partai Buruh Said Iqbal juga nampak hadir dalam aksi tersebut.

Baca Juga:Segar dan Lezat Cara Membuat Kuliner Khas Bandung “Es Goyobod”Fokuskan Pengalaman Langsung Pelanggan, MODENA Hadirkan Home Center di Bandung

Dengan tegas Said Iqbal menyuarakan agar maayarakat tidak memilih calon legislatif hingga kepala daerah yang pro terhadap omnibuslaw.

“Berani gak keluarin surat rekomendasi cabut UU Omnibuslaw. Bikin surat rekomendasi, kirim ke presiden kirim ke DPR. Kalau tidak, kampanyekan jangan pilih caleg danpartai yang pro omnibuslaw,” ucapnya.

Menurut Said Iqbal, UU Cipta Kerja itu cukup merugikan para kaum buruh. Nasib para buruh semakin tidak jelas setelah hadirnya UU Cipta Kerja itu.

Said Iqbal menegaskan, aksi itu akan berlanjut. Rencananya pada tanggal 9 nanti akan di Semarang dan tanggal 14 akan di Surabaya.

Ia menegaskan, Partai Buruh adalah satu satunya partai politik yang secara resmi sudah menggugat UU Ciptakerja.

“Partai Buruh telah resmi ajukan judicial review menolak UU Cipta Kerja, partai lain tidak,” tegasnya.

Said Iqbal menambahkan, jika suara buruh ini tidak didengar maka buruh mengancam aksi yang lebih besar. Yakni aksi mogok nasional.

“Stop produksi, keluar pabrik, lumpuhkan Indonesia,” tegasnya.(son)

0 Komentar