Peringati Hari Lahir Pancasila, Presiden Jokowi Bakal Bertindak sebagai Inspektur Upacara Besok

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi mengatakan inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2023 dipimpin oleh Presiden Jokowi. Tangkap layar YouTube/Setpres.
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi mengatakan inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2023 dipimpin oleh Presiden Jokowi. Tangkap layar YouTube/Setpres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi mengatakan bahwa inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2023 dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seperti diketahui 1 Juni 2023 besok diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila dan besok Presiden Jokowi akan bertindak sebagai inspektur upacara.

Hal tersebut diumumkan dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu, 31 Mei 2023.

Baca Juga:Teddy Minahasa Ajukan Banding Usai Dipecat Tidak dengan Hormat, Polri Beri TanggapanKena PHK Usai 9 Tahun Kerja, Mantan Karyawan Perusahaan di Kabupaten Bogor Tuntut Hak Pesangon

Lebih lanjut, Yudian Wahyudi juga mengatakan bahwa upacara peringatan Hari Lahir Pancasila akan dipusatkan di Lapangan Selatan Monas.

Selain itu, sekitar 553 kabupaten, kota dan provinsi yang juga serentak menyelenggarakan upacara.

“Dilaksanakan di sisi Selatan lapangan monas Jakarta.

Upacara peringatan Pancasila tanggal 1 Juni akan melibatkan lebih dari 4.000 orang yang terdiri dari pasukan upacara, tamu undangan, peserta upacara, petugas dan panitia upacara,” katanya

Adapun yang akan menjadi Komandan Upacara yaitu Direktur Lalu Lintas Polda Daerah DIY Kombes Pol Alfian Nurrizal.

Kemudian, Arkamelvi Kamani didapuk menjadi Perwira Upacara Komando Garnisun Tetap (Kasko Gartap).

Yudian menuturkan, tema peringatan Pancasila tahun ini, adalah “Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global”.

“Tema Ini mengandung arti bahwa momentum peringatan hari raya Pancasila menjadi pemantik bagi bangsa Indonesia untuk bahu-membahu mewujudkan peradaban masyarakat Indonesia yang lebih maju dan menjadi pusat pertumbuhan dunia,” katanya, memungkasi. (*)

0 Komentar