Pasalnya, obat oral membutuhkan waktu lebih lama untuk diserap aliran darah karena harus dicerna oleh tubuh terlebih dahulu. Padahal, pasien sedang membutuhkan penanganan yang cepat karena jika tidak, kondisinya bisa saja semakin memburuk.
Aturan Infus di Rumah
Untuk bisa melakukan prosedur tangan diinfus di rumah, harus memenuhi syarat yang sesuai dengan kaidah medis, agar hasil yang didapat maksimal.
Pemasangan infus di rumah sesungguhnya tidak terlalu berbeda dengan di rumah sakit, asalkan mengetahui protokol ketat yang dilakukan jasa penyedia infus rumah.
Baca Juga:Kuliner Khas Purbalingga, Surganya Makanan Unik Nan LezatTes Kepribadian: Ungkap Karakter Aslimu Lewat Cara Menyilangkan Jempol Tangan
Yang juga harus diperhatikan adalah, setiap jasa penyedia infus rumah harus memiliki orang-orang yang ahli di bidangnya untuk melakukan terapi kepada pasien, juga bertanggung jawab atas layanan serta obat-obatan yang dibutuhkan pasien.
Biasanya sebelum dilakukan pemasangan tangan diinfus dirumah, petugas medis akan menentukan jenis infus yang akan digunakan, apakah menggunakan infus manual atau pompa listrik.
Petugas medis kemudian akan menentukan titik terbaik pemasangan infus, setelah itu baru infus akan dipasang. Pada orang dewasa, punggung tangan atau lipatan antara lengan atas dan bawah merupakan area yang paling banyak dipilih untuk menyuntikan infus.
Sementara untuk bayi, biasanya infus akan diberikan di bagian tangan, kaki, atau bahkan kulit kepala. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Pemasangan infus harus dilakukan secara hati-hati karena pemberian obat harus diberikan langsung ke dalam pembuluh darah di bagian tubuh tertentu. Jika Anda salah dalam menentukan letak pembuluh darah, maka infeksi dan penyempitan pembuluh darah bisa saja terjadi. Keduanya pun sama-sama dapat memperparah kondisi Anda.
Instruksi pemberian obat harus diikuti untuk persiapan dan pemberian semua obat tersebut. Cairan yang akan diinfus dan laju aliran adalah dengan resep dokter. Dengan infus obat intravena, bahaya ketidakcocokan obat pada pasien dapat berakibat fatal. Seperti pada pencampuran obat harus dilakukan secara ketat oleh dokter atau praktisi kesehatan yang berpengalaman.
Anda tidak bisa melakukan terapi infus sendiri. Pemberian infus harus dilakukan oleh dokter atau perawat. Pasalnya, dosis yang digunakan pada terapi infus tergantung pada berat badan, riwayat medis, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.
