Korban Perdagangan Manusia di Myanmar, Ternyata 12 Orang Warga Jawa Barat

Sebanyak 12 orang warga Jawa Barat diketahui menjadi korban perdagangan manusia atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
Sebanyak 12 orang warga Jawa Barat diketahui menjadi korban perdagangan manusia atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
0 Komentar

BANDUNG – Sebanyak 12 orang warga Jawa Barat diketahui menjadi korban perdagangan manusia atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dipaksa bekerja di Myanmar.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat Rachmat Taufik Garsdi mengatakan dari 20 Korban perdagangan manusia ternyata 12 orang berasal dari Jawa Barat.

Rachmat mengabarkan bahwa 20 orang termasuk 12 warga Jawa Barat berhasil ditemukan dan dibebaskan dengan selamat oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Baca Juga:Begini Kronologis Pemain Kuda Lumping yang Kesurupan dan Lompat ke Sungai CitarumRelawan Anies Baswedan Bentuk 1.000 Poskora di Bogor, Targetkan 56 Persen

‘’Saat ini mereka sudah berada di Bangkok Thailand, Alhamdulillah kita sudah mendapatkan informasi dari KBRI dan Kemenlu, ‘’ ujar Rachmat kepada Jabarekspres.com, Senin (8/7).

Untuk informasi selanjutnya, Disnakertrans Jawa Barat masih menunggu terkait jadwal kepulangan para pekerja migran itu.

Jika nanti mendapat kabar kepulangan Pemprov Jabar akan melakukan penjemputan ke Bandara dan mengatar para pekerja itu ke rumah masing-masing.

‘’Tapi kita masih menunggu apa yang harus kita lakukan. Tapi, kita sudah siap dan kita juga akan siapkan untuk penjemputan,” katanya

Rachmat mengingatkan kepada masyarakat harus waspada dan berhati-hati terhadap modus penipuan yang memberikan lowongan pekerjaan dengan gaji tinggi.

Berdasarkan informasi dari tim yang dibentuk Disnakertrans Jawa Barat,  para korban berasal dari Kota Cimahi, Kota Bandung, Bogor dan Indramayu.

Mereka tergiur dengan tawaran melalui media sosial untuk bekerja di luar negeri dengan gaji yang menggiurkan.

Baca Juga:Tragis! Pemain Kuda Lumping Hilang Secara Misterius Setelah Lompat ke Sungai CitarumVIP Voucher Dorong Industri Pariwista Melalui Lomba Memancing

Mereka di iming-iming bekerja di Thailand sebagai operator. Namun pada kenyataannya bekerja sebagai Scammer online yang justru bertugas untuk mencari orang yang mau berinvestasi.

“Memang yang di iming-imingkannya itu 1.500 dolar atau sekitar Rp20 jutaan perbulan (gaji) dengan berbagai fasilitas seperti pesawat dan lain sebagainya,’’ ujarnya.

Akan tetapi setelah, mereka bekerja hanya diberikan gaji sebesar Rp 8 juta, dan tidak ada tunjangan apapun.

0 Komentar