Pihaknya berharap, dengan tersematnya stiker tersebut dapat memudahkan bagi pihak yang ingin membantu dan tidak salah sasaran.
Kemudian untuk mengetahui progres dari intervensi dan evaluasi, wilayah diinstruksikan untuk menggelar mini lokakarya berkoordinasi dengan dinas terkait.
Sehingga, jika ada kendala yang dihadapi bisa segera ditangani selain itu diharapkan memberikan hasil yang komprehensif.
Baca Juga:700 Ton Sampah Menumpuk di Bandung, DLH Jabar: Proses Pengangkutan ke TPA Belum MaksimalAdu Kuluwung Sukamakmur: Merawat Tradisi Lima Tahun Sekali
“Kita berharap program ini bisa berjalan dengan baik, komitmen semua dalam mengentaskan stunting sangat diharapkan,” serunya.
Untuk sisa 1.001 anak stunting, upaya penanganan yang dilakukan rencananya bakal melibatkan berbagai komunitas. Sebab, kata dia, banyak pihak yang berminat dan peduli.
Sedangkan khusus terkait data, akan dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang sementara mengisi secara manual.
Kepala DPPKB Kota Bogor, Anas Rasmana menambakan, selain pembagian telur bagi anak stunting ada upaya-upaya lain dalam percepatan penangan penurunan stunting di Kota Bogor. Di antaranya orang tua asuh stunting bagi 15 anak per kelurahan dengan koordinator ODF sebagai koordinator orang tua asuh stunting.
Untuk memotivasi dan memaksimalkan upaya percepatan penurunan stunting yang dilakukan, bagi wilayah yang dinilai berhasil akan diberikan reward.
“Orang tua asuh ini berdasarkan surat perintah orang tua asuh balita stunting wilayah. Dalam tugasnya melakukan kunjungan 1 kali per bulan dan memfasilitasi intervensi dari berbagai pihak, seperti adminduk, pelayanan kesehatan, kesehatan lingkungan dan tempat tinggal serta asupan makanan,” tukasnya.
