NAMA Yaqut Cholil Qoumas sempat muncul sebagai nama bakal calon wakil presiden (cawapres), pada pemilu 2024 mendatang.
Menteri Agama yang akrab disapa Gus Yaqut itu, kian santer terdengar jadi calon presiden (capres) PDIP, Ganjar Pranowo di tengah dukungan Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI).
Namun, Gus Yaqut memastikan, dirinya tidak akan maju kendati sudah mendapat dukungan dari GMPI.
Baca Juga:Dinkes Sumut Sebut 10 Wilayah Belum Terbebas MalariaKorban Gempa Cianjur Dipastikan Terima Bantuan Selama 3 Bulan ke Depan
Terlebih, katanya, hingga saat ini yang ada dibenaknya adalah menjalankan amanah sebagai Menag dengan baik.
“Bagaimana mengemban amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden Jokowi sebagai menteri agama dengan sebaik-baiknya,” tegas Gus Yaqut, melansir dari ANTARA, Kamis (27/4).
“Sebagai pembantu beliau, saya hanya tegak lurus kepada Presiden Jokowi. Tidak pernah memikirkan cawapres atau target politik lainnya,” lanjutnya.
Sebagai bentuk komitmennya untuk membantu Presiden Jokowi hingga akhir masa jabatan, Gus Yaqut bahkan memutuskan untuk tidak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2024.
Ia mengakui tidak mudah untuk membuat keputusan ini. Namun, karena dia berniat untuk mengabdi kepada negara dengan sepenuh hati, pilihan ini dianggapnya sebagai opsi terbaik.
“Saya hanya ingin fokus dan tidak terbagi-bagi. Sejak awal ketika diberi mandat ini oleh Presiden Jokowi pada bulan Desember 2020, saya pribadi sudah berjanji akan totalitas mengemban tugas dari Presiden sebagai Menag sampai akhir,” ujarnya.
Atas santernya dukungan dari berbagai pihak untuk menjadi cawapres akhir-akhir ini, Gus Yaqut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya. Pemberian dukungan kepada tokoh tertentu, menurut dia, adalah hal wajar dan menunjukkan praktik demokrasi yang berjalan baik.
Baca Juga:Regulasi Urai ‘Kemacetan’ Puncak Bogor DisiapkanKawasan Puncak Macet Parah, Dipadati Sebanyak 25.000 Kendaraan
“Sekali lagi terima kasih dukungannya, seperti dari sahabat-sahabat GMPI. Saya meyakini Indonesia memiliki stok pemimpin muda berkualitas dan berpengalaman yang sangat melimpah, termasuk dari NU juga banyak. Mereka tidak akan pernah meminta jabatan tertentu. Akan tetapi, jika mendapat amanah, insyaallah siap untuk mengembannya,” ujar Gus Yaqut yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor ini.
Gus Yaqut juga optimistis Pilpres 2024 akan berlangsung lebih demokratis. Hal ini disebabkan masyarakat Indonesia sudah makin dewasa dalam melihat perbedaan pandangan dan pilihan dalam perpolitikan.
