Tata Kelola Ruang di Bandung Buruk, Kadar Air dan Udara Perlu Perhatian

BANDUNG – Tata kelola ruang di Kota Bandung kian waktu semakin padat. Pasalnya tak hanya jumlah penduduk yang bertambah, namun pembangunan pun terus meningkat.

Oleh sebab itu, daya tampung air hingga kualitas udara di Kota Bandung kian berkurang, sebab besarnya kebutuhan manusia yang semakin banyak.

Diketahui, Pemkot Bandung baru-baru ini meresmikan Seke Bakan Teureup di wilayah Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

Mata air tersebut memiliki luas 1.500 meter persegi yang dibangun di atas lahan 2.200 meter persegi, dengan tujuan fungsi konservasi, ekonomi, juga sebagai ruang publik terbuka.

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memaparkan, Seke Bakan Teureup itu diharapkan menjadi cerminan agar seluruh pihak di wilayahnya sama-sama bijak dalam menata dan mengelola sumber daya air.

“Air itu sumber kehidupan. Mudah-mudahan, dengan kita memperlakukan mata air ini dengan baik, Insya Allah lingkungan juga akan memberikan kehidupan kepada kita semua,” paparnya pada Selasa 11 April 2023.

“Selain fungsi lingkungan, Seke Bakan Teureup juga memiliki fungsi untuk ruang publik terbuka,” tutup Yana.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi menambahkan, ada sekitar dari 280 tanaman pelindung yang ditanam di Seke Bakan Teureup.

“Diperdiksi dalam 5 tahun, tanaman pelindung ini sudah rimbun dan bisa menyerap air,” tukas Didi.

Menanggapi hal tersebur, Pegiat Lingkungan sekaligus Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Dedi Kurniawan mengatakan, guna menstabilkan kebutuhan air dan udara di satu wilayah, perlu disesuaikan ruang terbuka pendukungnya.

“Agar tidak berdampak domino. Karena idealnya kota yang nyaman itu tidak banjir, udaranya sehat, sejuk tidak panas kemudian kebutuhan air tercukupi,” kata Dedi kepada Jabar Ekspres melalui seluler.

Di samping itu, keberadaan situ, seke atau mata air perlu jadi perhatian. Selain untuk menjaga kadar air tanah, fungsinya bisa menjadi daya tampung air hujan.

“Makanya lihat dulu sejarah, di beberapa daerah Kota Bandung ada namanya Sekejati, Sekelimus atau Situaksan. Itu karena dulunya ada seke atau situ atau mata air di sana,” ucap Dedi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan