Piala Dunia U-20: Persiapan Tak Main-Main, Hasil Akhirnya Main-Main

JABAR EKSPRES – Indonesia harus gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 di bulan Mei mendatang. Hal ini terjadi setelah FIFA mengirimkan surat resmi penghapusan Indonesia sebagai penyelenggaran event tersebut.

Dengan banyaknya penolakan dari berbagai ormas, partai politik, kepala daerah, dan lapisan masyarakat lainnya serta kejadian Kanjuruhan yang belum tuntas hingga saat ini menjadi dasar pengambilan keputusan FIFA tersebut.

Persiapan tak main-main untuk Piala Dunia U-20 ini sejatinya telah Indonesialakukan sejak memenangkan bidding tuan rumah pada tahun 2019, walaupun hingga inspeksi terkahir FIFA pada 27 Maret 2023, masih ada beberapa catatan dari FIFA.

Sejatinya, Indonesia telah mempersiapkan berbagai infrastruktur yang menurut FIFA masih kurang seperti lapangan pertandingan, penerangan stadion, area latihan peserta, dan lain-lain.

Baca juga:Dampak Yang Ditimbulkan Jika Indonesia Gagal Menyelenggarakan Piala Dunia U-20

Gelontoran dana dari Kemeterian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp 175 miliar dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) senilai Rp 500 miliar tentunya bukan nominal yang main-main. Tampak jelas bagaimana pemerintahan Indonesia menyambut dan menyiapkan event ini dengan semaksimal mungkin.

Dana Rp 175 miliar dari Kementerian PUPR tersebut telah digunakan untuk merenovasi 5 stadion yang bakal dipakai nantinya, yaitu Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Manahan (Solo), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar), dan Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya).

Sementara itu, Rp 500 miliar dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) difungsikan untuk persiapan pemain timnas (TC dalam dan luar negeri), koordinasi dan persiapan non-fisik dengan stakeholder yang terkait.

Dana yang begitu fantastis tersebut raib dan tak berguna seketika saat kabar Piala Dunia U-20 ini batal terlaksana di Indonesia. Tentunya berbagai perhitungan yang telah pemerintah lakukan andai event ini terlaksana menjadi sia-sia karena tidak bisa balik modal.

Selain kerugian secara materil, Indonesia bakal menerima kerugian secara moril. Bakal banyak negara luar yang mencela dan menjadikan Indonesia bahan olok-olokan karena gagal menjadi tuan rumah yang baik.

Baca juga: Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Pihak yang Bikin Gaduh Harus Meminta Maaf

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan