Allahu Akbar, Allahu Akbar
Apalagi kita hidup di zaman penuh dengan fitnah. Zaman di mana kebenaran dianggap kesalahan, dan kesalahan dianggap kebenaran. kebaikan dianggap keburukan. Keburukan dianggap sebagai kebaikan. Bahkan, banyak di antara umat manusia yang terjerumus pada jurang kemurtadan. Na’udzu billah min dzalik.
Salah satu cara untuk kita menjaga nikmat hidayah ini adalah dengan bersegera melakukan amal shalih tanpa harus menundanya selama kita masih bisa melakukannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bersegeralah beramal sebelum munculnya fitnah yang datang bagaikan potongan-potongan malam yang gelap. Seseorang di pagi harinya beriman dan di sorenya telah menjadi kafir. Atau sorenya masih beriman dan pagi harinya telah menjadi kafir. Mereka menjual agamanya dengan gemerlap dunia.” (HR. Muslim)
Baca Juga:Kapan THR Cair? Karyawan Dengan Masa Kerja Berapa Bulan yang Dapat? Ini KetentuannyaRekomendasi Model Baju Lebaran 2023 yang Sedang Trend! untuk Wanita dan Pria
Dari hadits di atas, kita diperintahkan untuk memperbanyak amal shalih agar terhindar dari segala fitnah.
Maka, Ramadhan adalah momentum yang paling istimewa untuk melakukan amal shalih di hadapan Allah ‘azza wajalla. Oleh karenanya, Ramadhan merupakan bulan tarbiyah bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah ‘azza wajalla.
Namun, Ramadhan tahun ini telah pergi meninggalkan kita. Mari kita tetap lestarikan amalan-amalan yang telah kita lakukan pada bulan Ramadhan untuk kita lakukan pada bulan-bulan berikutnya, sebagaimana Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk melakukan puasa enam hari pada bulan Syawal agar momen Ramadhan tetap dapat kita pada bulan-bulan yang lainnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang puasa Ramadhan kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari Syawal maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)
Semoga Allah berkenan menerima segala amal ibadah kita pada bulan Ramadhan tahun ini, dan semoga kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan yang akan datang.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَي وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلهِ وَصَحْبِهِ الْمُجْتَبَى وَعَلَى مَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ بِهُدَاهُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd.
Kepada para pemimpin negeri ini, semoga Allah memberi kita semua kelembutan hidayah-Nya, ketahuilah, bahwa negeri ini adalah anugerah Allah ‘azza wajalla. Tidak ada satu inci pun tanah yang terhampar di negeri ini kecuali itu adalah milik-Nya. maka, tingkat kebaikan dan kemakmuran negeri ini adalah sejauh mana kita menjalankan syariat Islam di bumi milik Allah ini.
