Pangdam Siliwangi Ajak Reborn Indonesia Jadi Mata dan Telinga Pembangunan 

Pangdam Siliwangi
AJANG SILATURAHMI: Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menerima pengurus Reborn Indonesia yang dipimpin Chief Acep di Bandung, Rabu (16/7). (ISTIMEWA)
0 Komentar

BANDUNG – Deru knalpot motor yang biasa melambangkan kebebasan kini diarahkan untuk misi mulia: mengabdi kepada masyarakat dan mendukung pembangunan Jawa Barat. Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih mengajak komunitas Reborn Indonesia menjadi mitra strategis TNI dengan berperan sebagai mata dan telinga di tengah masyarakat. Ajakan ini disampaikan saat menerima pengurus Reborn Indonesia yang dipimpin Chief Acep di Bandung, Rabu (16/7/2026).

Mayjen TNI Kosasih yang akrab disapa “Jenderal Santri” memandang ribuan anggota Reborn Indonesia memiliki jaringan yang luas hingga pelosok daerah. Menurutnya, komunitas ini dapat menjadi ujung tombak dalam mendeteksi berbagai permasalahan masyarakat secara cepat. “Kalau menemukan jembatan rusak, warga kesulitan air bersih, rumah ibadah yang butuh bantuan, atau persoalan sosial lainnya, segera informasikan kepada kami. Jangan dibiarkan,” tegas Pangdam.

Ia menambahkan, pembangunan sejati bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga kepedulian sosial. Semakin banyak membantu sesama, semakin besar pula keberkahan dan keselamatan yang diperoleh. “Sedekah tidak akan mengurangi rezeki. Justru dengan membantu orang lain, kita akan dijauhkan dari marabahaya,” katanya.

Baca Juga:MPLS Pancawaluya: SMAN 1 Nagreg Bangun Fondasi Karakter Siswa BaruBYD Tech Culture Fest 2026 Hadir di Bandung, Warga Bisa Jajal Teknologi Dual Mode Terbaru

Chief Acep menyambut ajakan Pangdam dengan antusias. Ia menegaskan bahwa Reborn Indonesia ingin lebih dari sekadar komunitas pecinta motor. Selama ini, mereka telah aktif melakukan berbagai kegiatan sosial, seperti pembangunan penerangan jalan di Kuningan, Kersaratu, Pangandaran, dan beberapa wilayah lain. “Kami siap menjadi bagian dari solusi. Apa yang diharapkan Pangdam akan kami laksanakan. Setiap masalah di lapangan yang kami temui akan segera kami laporkan agar bisa ditindaklanjuti,” ujar Chief Acep.

Komitmen kolaborasi ini akan mencapai momentum penting pada Jambore Reborn Indonesia (RE) II yang digelar 11–12 September 2026 di Laswi Heritage, Kota Bandung. Ribuan bikers dari berbagai daerah akan hadir. Puncak kegiatan adalah Wingday Ride, konvoi kebangsaan yang akan melintasi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Sumedang, hingga Subang. Konvoi ini sekaligus menjadi simbol persatuan dan kampanye tertib berlalu lintas serta kepedulian sosial.

Mayjen TNI Kosasih dijadwalkan melepas peserta Wingday Ride pada 11 September 2026. Keesokan harinya, ia juga akan menghadiri Deklarasi Bandung Kondusif bersama sekitar 300 komunitas motor se-Jawa Barat. Deklarasi tersebut diharapkan menjadi fondasi kolaborasi baru antara TNI dan komunitas motor. Sebuah gerakan yang membuktikan bahwa di balik semangat berkendara, para bikers mampu menjadi penggerak kepedulian sosial, pelapor dini permasalahan masyarakat, sekaligus penjaga kondusivitas wilayah.

0 Komentar