Contoh Teks Khutbah Idul Fitri Terbaik Sepanjang Masa, Doanya Buat Jamaah Menangis

Contoh Teks Khutbah Idul Fitri Terbaik Sepanjang Masa, Doanya Buat Jamaah Menangis
Contoh Teks Khutbah Idul Fitri Terbaik Sepanjang Masa, Doanya Buat Jamaah Menangis
0 Komentar

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ () صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fātihah: 6)

Begitu juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan satu doa,

“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau biasa berdoa:

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Allaahumma innii as-alukal hudaa wat tuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan.” (HR. Muslim no. 2721, At-Tirmidzi No. 3489, Ibnu Majah No. 3105, Ibnu Hibban No. 900 dan yang lainnya).

Baca Juga:Kapan THR Cair? Karyawan Dengan Masa Kerja Berapa Bulan yang Dapat? Ini KetentuannyaRekomendasi Model Baju Lebaran 2023 yang Sedang Trend! untuk Wanita dan Pria

Begitu banyak kata hidayah disebutkan dalam al-Quran, yang terkadang Allah menyebutkan dengan lafal doa dan terkadang pula disandingkan dengan para Rasul yang dijadikan teladan dalam segala aspek kehidupan terutama dalam mempertahankan nikmat hidayah,

Allah ‘azza wajalla berfirman,

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ فَبِهُدٰىهُمُ اقْتَدِهْۗ قُلْ لَّآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًاۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْعٰلَمِيْنَ

“Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), ‘Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran).’ Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.” (QS. Al-An’ām: 90)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahil hamd.

Bahkan kalimat yang pertama kali terucap dari lisan penduduk Surga kelak di akhirat adalah kalimat syukur atas hidayah, sebagaimana firman Allah ‘azza wajalla,

وَنَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْانْهٰرُۚ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدٰىنَا لِهٰذَاۗ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَآ اَنْ هَدٰىنَا اللّٰهُ ۚ لَقَدْ جَاۤءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّۗ وَنُوْدُوْٓا اَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

“Dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.’ Diserukan kepada mereka, ‘Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-A’rāf: 43)

Dari ayat-ayat tersebut kita bisa memahami bahwa hidayah adalah nikmat yang istimewa dan luar biasa, dan bahkan itu merupakan sebab bagi seorang hamba dapat merasakan manisnya iman.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) Barang siapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.” (HR. Muslim)

0 Komentar