Kemenkeu Dorong Masyarakat Berinvestasi ORI030 untuk Perkuat Pembiayaan APBN di Tengah Defisit Anggaran

Masyarakat Berinvestasi ORI030 untuk Perkuat Pembiayaan APBN di Tengah Defisit Anggaran
Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Singgih Gunarsa (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah kembali mendorong partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan nasional melalui penawaran Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI030.

Di tengah kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih mengalami defisit, instrumen investasi ini dinilai menjadi salah satu sumber pembiayaan yang aman sekaligus memberikan keuntungan bagi investor.

Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Singgih Gunarsa mengatakan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel bukan sekadar instrumen investasi, melainkan juga bentuk keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembiayaan negara melalui APBN.

Baca Juga:Tagana di Tasikmalaya Masuk Sekolah, Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak DiniEkspor Satu Pintu Diklaim Mampu Dongkrak Harga Komoditas dan Pendapatan Petani?

Selain memperoleh imbal hasil yang kompetitif, kata dia, masyarakat secara langsung ikut berkontribusi terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan nasional yang dibiayai pemerintah.

Pemerintah saat ini menawarkan ORI030 dalam dua pilihan tenor, yakni ORI030-T3 dengan jangka waktu tiga tahun dan kupon tetap sebesar 6,90 persen, serta ORI030-T6 dengan tenor enam tahun dan kupon tetap 7,00 persen.

“ORI030 menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat. Selain menawarkan kupon yang kompetitif, investasi ini juga dijamin oleh negara sehingga aman. Kami berharap semakin banyak masyarakat, khususnya dari Kota Cimahi dan sekitarnya, berpartisipasi membeli ORI030 sebagai bentuk investasi sekaligus dukungan terhadap pembiayaan pembangunan nasional,” ujar Singgih kepada awak media di Aula A Pemerintah Kota Cimahi, Kamis (16/7/2026).

Singgih menjelaskan, penerbitan ORI030 menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN yang saat ini masih mengalami defisit sebesar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Meski demikian, menurut dia, besaran defisit tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimal 3 persen sebagaimana diatur dalam ketentuan fiskal nasional. Kondisi itu, lanjutnya, menunjukkan bahwa kesehatan fiskal pemerintah masih tetap terjaga.

Ia pun meminta masyarakat tidak khawatir terhadap pengelolaan utang pemerintah karena seluruh pembiayaan dilakukan secara terukur dan berhati-hati.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pengelolaan utang pemerintah. Secara keseluruhan masih sangat terjaga dan dikelola secara hati-hati. Dana yang dihimpun melalui ORI digunakan untuk membiayai berbagai program prioritas pemerintah yang manfaatnya kembali kepada masyarakat,” jelasnya.

0 Komentar