Contoh Teks Khutbah Idul Fitri Terbaik Sepanjang Masa, Doanya Buat Jamaah Menangis

Contoh Teks Khutbah Idul Fitri Terbaik Sepanjang Masa, Doanya Buat Jamaah Menangis
Contoh Teks Khutbah Idul Fitri Terbaik Sepanjang Masa, Doanya Buat Jamaah Menangis
0 Komentar

Dan sejarah telah membuktikan bagaimana orang-orang sebelum kita yang merasakan nikmatnya hidayah, mereka mampu bertahan meskipun ujian demi ujian mereka rasakan, bahkan terkadang nyawa pun menjadi taruhan.

Sebagaimana sahabat Bilal Ibnu Rabah yang sanggup bertahan saat ujian. Ia disiksa oleh majikannya di tengah terik panas matahari. Diseret di hamparan padang pasir dan ditarik dengan kudanya. Bahkan batu besar pun ditindih di atas tubuhnya, sehingga menyebabkan darah bercucuran dari tubuhnya serta dipaksa untuk murtad dari agamanya dan meninggalkan keyakinannya.

Namun semua itu justru menguatkannya dalam keimanan dan keyakinannya bahkan saat dikatakan kepadanya, ‘irtad.. irtad..’ (murtadlah kau), dijawab dengan penuh ketegasan dan kesadaran dari hatinya dengan satu kata, yaitu ‘ahad.. ahad..’ (Allah yang Maha Esa).

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Baca Juga:Kapan THR Cair? Karyawan Dengan Masa Kerja Berapa Bulan yang Dapat? Ini KetentuannyaRekomendasi Model Baju Lebaran 2023 yang Sedang Trend! untuk Wanita dan Pria

Hingga pada akhirnya bilal dibebaskan oleh sayyidina Abu Bakar ash-Shidiq radhiyallahu ‘anhu. Saat beliau ditanya oleh para sahabat, “Apa yang dirasakan saat siksaan demi siksaan beliau terima?”

Dijawab oleh Bilal, “Meskipun berat siksaan dan darah bercucuran itu semua tidaklah aku rasakan, yang aku rasakan adalah manisnya iman. Karena yang ada pada benakku adalah kecintaanku kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga itu semua membuat aku teguh dalam kebenaran.”

Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Begitu juga kita pernah mendengar bagaimana kisah keluarga Amar bin Yasir. Di mana beliau melihat bapaknya dibunuh di depan mata kepalanya oleh orang kafir Quraisy, dengan siksaan dan pembunuhan secara sadis.

Sebagaimana disebutkan dalam sejarah, beliau ditarik oleh empat ekor kuda dengan tali yang diikatkan pada empat anggota tubuh beliau. Kemudian ditarik oleh kuda tersebut dengan arah yang berlawanan. Sungguh kita bisa bayangkan bagaimana yang terjadi? Betapa pedihnya cobaan Ammar bin Yasir melihat bapaknya disiksa seperti itu.

Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Begitu pun ibunda Yasir mengalami siksaan yang tidak kalah pedihnya. Namun semua itu tidak melunturkan iman dan hidayah yang telah tertancap di dalam hati sanubarinya. Itulah sebagian kisah yang menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus kita teguh dan istiqamah menjaga nikmat hidayah ini.

0 Komentar