Jabarekspres.com – Terkait adanya pemberitaan mengenai seorang anak perempuan di bawah umur yang menjadi korban pemerkosaan di Kabupaten Bogor, Kasi Humas Polres Bogor IPTU Desi Triana menyampaikan jika laporan tersebut baru masuk dan belum ada disposisi pimpinan.
”Dijelaskan bahwa berita pemerkosaan dan perdagangan orang itu tidak benar adanya,” kata Iptu Desi Triana kepada Jabarekspres.com, Senin (24/1) malam.
Dia menjelaskan, bahwa belum diketahui adanya pemerkosaan, lantaran masih belum ada penjelasan dari terduga korban.
”Kami baru dapat keterangan dari orang tua korban saja,” ungkapnya.
Baca Juga:Maksimalkan Tata Kelola Dana BOS, Kadisdik Minta Kepsek di Kota Bogor Matangkan PengelolaanDiberi Anggaran Rp1,1 T, DBMPR Jabar Bakal Fokus Perbaikan Infrastruktur
Polisi menjelaskan awalnya, korban berkunjung ke rumah saudaranya di Cibinong. Pada saat kembali dengan tukang ojek ia mengaku pingsan dan kemudian baru terbangun tiga hari setelahnya dalam keadan linglung di daerah Babakan Madang.
”Keterangan dari ayah korban bahwa setelah ditemukan, kemaluan korban ada dalam kondisi lecet. Sampai saat ini korban masih dalam keadaan linglung dan belum dapat memberikan keterangan. Tindakan dari kepolisian sampai dengan adanya laporan polisi baru tersebut, saat ini masih dalam penyelidikan pemeriksaan pihak kepolisian,” tungkasnya.
Diberitakan sebelumnya,Orang tua korban berinisial U,35, tahun, membenarkan bahwa putrinya menjadi korban pemerkosaan oleh orang yang tidak dikenal.
”Benar mas, anak saya dibawa kabur oleh tukang ojek di rumahnya yang berada di kawasan Sentul. Dan pengakuan anak saya, pelaku yang berprofesi tukang ojek ini melakukan pencabulan,” katanya kepada media Senin (23/1).
Pihak keluarga korban telah membuat laporan ke Polres Bogor pada Jumat, 20 Januari 2023 guna menindaklanjuti kasus tindak pidana pencabulan anak dibawah umur.
Sementara itu, Kuasa hukum korban, Edi Iriawadi mengungkapkan, apa yang disampaikan oleh humas Polres Bogor tidak sesuai dengan laporan BAP yang diberikan oleh pihak keluarga korban.
”Emang pernah tau kondisi nya lecet, kita kesel, menurut saya mereka dasar apa bilang kemaluannya lecet, apa dasar nya bilang seperti itu, harusnya hari sabtu itu divisum. Tapi korban masih trauma, dia melihat orang banyak langsung pingsan,” ucapnya.
Baca Juga:Dinkes Jabar Kembali Galakkan Pemberian Vaksin Covid-19Ingin Berhasil Dapat Cuan dari Aplikasi Penghasil Saldo Dana? Ikuti Caranya di Sini!!
Edi Iriawadi mengklaim bahwa kelaen nya mengalami rusak pada bagian kemaluan nya akibat mendapatkan perlakukan kekerasan seksual oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
