UT Ojat

 

Johannes Kitono

Bicara hongsui dan makam justru ada makam yang unik di daerah wisata Pasir Panjang. Di tahun 1970 an ada pesawat crash di bandara Branti Lampung. Korbannya antara lain konglo Tapioka Lampung dan staff CPI. Tragedi itu membuat saudara alm berpikir bagaimana caranya menolak undangan Giam Lo Ong ( GLO ).Dicarilah guru Hongsui yang kebetulan asal Singkawang. Proposalnya adalah bangun makam yang indah di bukit dekat pantai Pasir Panjang.yang pemandangannya langsung kepantai laut pasii putih. Dan di batu Nisan dicantumkan nama saudara alm yang masih hidup. Dengan harapan staff GLO tidak perlu absen lagi kirim undangan ke akhirat. Tapi akhirnya timbul masalah, lokasi makam yang sudah dibeli ternyata menutup akses nelayan melaut.Apakah akhirnya makam kosong kw itu direlokasi,tentu jadi urusannya Pemda.. itulah hebat dan kreatipnya guru Hongsui Singkawang. GLO raja akhirat saja bisa diakali.

 

Handoko Luwanto

Daerah yg penduduknya multi etnis, jika dikelola dengan tepat, niscaya bisa berkembang lebih cepat. Karna tidak ada satupun etnis yg lebih hebat dari etnis lainnya. Tiap etnis punya kelebihan dan kekurangan masing². Kekurangan suatu etnis bisa ditutupi oleh kelebihan etnis lainnya. Di sinilah peran utama pemimpin daerahnya. Mau amanah atau cari aman. (*)

Sumber:

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan