Untung Messi

Jimmy Marta

Terima kasih untuk Abah DIS yg betul2 serius dg tawaran ke Agrinexnya. Kamp akhir tahun yg tentu sangat mengasikkan. Apalagi nanti bs copy darat dg perusuh sambil ngopi2. Rasanya sy ingin sekali untuk ikut. Namun sy takut kecewa jk pakai sistim undian. Seumur umur rasanya belum pernah menang. Mulai jaman undian harapan, sdsb, togel singapura, doorprize di senam bersama warga sekota sampai undian telkomsel dan undian tabungan… Maka saya ingin usul begini. Abah atau tim disway undi saja langsung. Dan untuk 20 orang terpilih langsung dikirim undangan plus tiket pp. Ini year end, Bah. Week end aja dah susah. Apalagi kalau hari senin…. Bgmn sahabat perusuh…?

Leong putu

Kue rangin goreng kentang / Goreng ayam pilih bagian dada / Aku pingin datang / Terus terang uang tak ada / … 365_ mantun dada

 

Otong Sutisna

Jangan terlena angin surga perusuh, Abah meniupkan Agrinex….hanya angin kentut, yang baunya menyebar tapi tak ada yang mau ngaku….jadi ajakan jelong2 hanya mimpi…. wkwkwk

 

okosp Sp

Bahasa Perancisnya yang sulit kalau dieja dengan lidah jawa “diplomane dientut aprofondis” la malah kacau. Sempat klas 2 SMA dulu ada ikut ektrakurikuler bahasa perancis, cuma tahan 2 bulan……angel polllll, nyerah.

 

Mirza Mirwan

Maaf, sekadar meluruskan dan menambahkan. Keterangan foto yang menyertai CHD hari ini tertulis: “M. Nur (tengah) menerima Anugerah Adibrata dari Undip”. Itu salah. Anugerah Adibrata adalah anugerah dari pemerintah untuk mengapresiasi prestasi masyarakat ilmiah dalam menghasilkan produk inovasi. Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA menerima Anugerah itu pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 di Pekanbaru pada tgl. 10 Agustus 2018. Jadi beliau belum dikukuhkan sebagai guru besar Fisika di Fakultas Sains dan Matematika UNDIP — pengukuhannya baru setahun berikutnya, 31 Agustus 2019. Produk inovasi yang dihasilkan Prof. M.Nur bukan hanya D’Ozone yang mengawetkan sayur itu. Ada Zetagreen yang menjernihkan udara, ada lagi mesin yang dinamakan GenGONaM (Generator Gelombang Ozon Nano & Mikro). Tapi maaf, saya hanya lihat gambarnya, tetapi tidak ada penjelasan kegunaan mesin itu. Dan masih ada beberapa lagi yang diproduksi PT DIPO Technology — perusahaan milik UNDIP — bekerjasama dengan Center for Plasma Research UNDIP yang Prof. M. Nur adalah ketuanya. Pak DI menyebut Prof. M. Nur lahir di Kisaran. Gegara menyebut mayoritas Melayu, di bawah ada yang protes: Kisaran mayoritas Suku Jawa. Tetapi kalau Pak DI menyebut lahir di Batubara ( 20km di utara Kisaran), memang benar mayoritas Melayu, disusul Jawa. Dan memang lahirnya di Batubara yang saat itu masih termasuk wilayah Kabupaten Asahan yang beribukota di Kisaran. Sekarang Batubara menjadi kabupaten sendiri.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan