Seminar Ketahanan Budaya Sunda Oleh INTI Jabar, Budaya Adalah Jembatan Pemersatu Bangsa

Seminar Ketahanan Budaya Sunda Oleh INTI Jabar, Budaya Adalah Jembatan Pemersatu Bangsa
MUSIK TRADISIONAL: Alunan Kacapi Suling oleh anak-anak Tan De Seng (Alm.) dan murid-muridnya pada acara seminar "Ketahanan Budaya Sunda" di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang Kabupaten Bandung (18/11).
0 Komentar

KABUPATEN BANDUNG – PD. Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Barat menggelar seminar yang bertemakan “Ketahanan Budaya Sunda”.

Acara tersebut berlokasi di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat, 18 November 2022.

Perhimpunan Indonesia Tionghoa atau disingkat Perhimpunan INTI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan bersifat kebangsaan, bebas, mandiri, nirlaba, dan non-partisan.

Baca Juga:KOHLER Bergabung di IndoBuildTech 2022, Menampilkan Inovasi untuk Meningkatkan Kualitas Hidup di Era DigitalPemberdayaan Masyarakat dengan Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Aktivitas Budidaya Ikan Lele di RW 03

Didirikan pada tanggal 10 April 1999 di Jakarta, Perhimpunan INTI terbuka untuk semua Warga Negara Republik Indonesia yang setuju kepada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, serta Tujuan Perhimpunan INTI.

Seminar tersebut membahas bagaimana caranya untuk mempertahankan warisan budaya khususnya budaya sunda di era milenial, acara ini diisi oleh Prof.Dr. Reiza D Dienaputra, M.Hum., Dr.Drs.H. Raden Lip Hidajat, M.Pd., Dr.H. Asep Salahudin, MA., R.A Garlika Martanegara. sebagai pembicara dan Boy Worang selaku seniman dan budayawan sebagai moderator pada Seminar Ketahanan Budaya Sunda.

Pembukaan acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu di lanjutkan oleh sambutan acara oleh Leon Hanafi selaku Ketua Himpunanan INTI Jawa Barat.

Leon menyampaikan bahwa mengembangkan budaya itu perlu dan akan melakukan ketahanan budaya sunda supaya menjadi ikon budaya Indonesia.

Kemudian dilanjut dengan salah satu pembicara Prof.Dr. Reiza D Dienaputra, M.Hum., selaku Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad yang juga Dosen pada Program Studi Ilmu Sejarah memaparkan  tentang ketahanan budaya sunda.

“Hasil karya, karsa, dan cipta Urang Sunda, baik berupa mentifact, sociafact, maupun artefact, yang mencakup tujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal atau mencakup sepuluh objek pemanuan kebudayaan dan cagar budaya”, paparnya.

Dipenghujung acara tersebut, pihak panitia Memutar vidio dokumenter Tan De Seng (alm.) yang dijuluki sang Maestro Karawitan Sunda juga tokoh masyarakat berdarah tionghoa yang mendalami budaya Sunda.

Baca Juga:Sering Berkendara di Musim Hujan, Simak Tips Perawatan Sepeda Motor Berikut Ini!UNPAR Buka Career Expo 2022, Hadirkan Bursa Kerja 40 Perusahaan Untuk Umum

Selama pemutaran vidio dokumenter Tan De Seng di iringi oleh salah satu seni tradisional sunda yaitu kacapi suling yang di bawakan langsung oleh anak-anak dan murid beliau dengan membawakan lagu ciptaan Tan De Seng sendiri yang berjudul “aki manggul awi” dan ditutup dengan sesi tanya jawab kepada audience.

0 Komentar