Seminar Ketahanan Budaya Sunda Oleh INTI Jabar, Budaya Adalah Jembatan Pemersatu Bangsa

Seminar Ketahanan Budaya Sunda Oleh INTI Jabar, Budaya Adalah Jembatan Pemersatu Bangsa
MUSIK TRADISIONAL: Alunan Kacapi Suling oleh anak-anak Tan De Seng (Alm.) dan murid-muridnya pada acara seminar "Ketahanan Budaya Sunda" di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang Kabupaten Bandung (18/11).
0 Komentar

Acara seminar Ketahanan Budaya Sunda juga dihadiri oleh mahasiswi ISBI Bandung Prodi Antropologi Budaya, yang ditemui oleh Jabar Ekspres pada Jumat, 18 November 2022.

Mahasiswi Antropologi Budaya ISBI Bandung Dinar Mutiara Santi menjelaskan tentang kondisi budaya di Jawa Barat.

“Menurut pandangan saya, kondisi budaya di jabar saat ini sedang naik turun yang bisa disebabkan oleh terlalu banyaknya kehidupan asing yang masuk, misalnya seperti kebudayaan dalam hal penampilan, bahasa, sampai ke event-event yang melambangkan kebudayaan asing.

Baca Juga:KOHLER Bergabung di IndoBuildTech 2022, Menampilkan Inovasi untuk Meningkatkan Kualitas Hidup di Era DigitalPemberdayaan Masyarakat dengan Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Aktivitas Budidaya Ikan Lele di RW 03

Dan tentu hal tersebut biasanya terjadi karena pengaruh dari media elektronik yang sudah sangat berkembang pada masa sekarang ini. Sehingga masyarakatnya kini sudah berkembang menjadi masyarakat modern.

Itu yang ditakutkan kebudayaan saat ini sedikit demi sedikit semakin menghilang. Tetapi saat ini itu semua dapat dipungkiri dengan sudah mulai diupayakannya pengembangan dan peningkatan dalam mempertahankan budaya-budaya terutama budaya tradisional.

Seperti mengadakan sosialisasi kebudayaan, mengadakan acara acara kebudayaan yang dikemas dengan sedemikian rupa agar lebih menarik dan diminati orang banyak.” paparnya.

Kemudian mahasiswi Prodi Antropologi Budaya, Farras Rahmaniar Fasya yang juga mahasiswi ISBI Bandung pun menambahkan tentang Ketahanan Budaya Sunda.

“Dari seminar ini, saya sebagai kaum milenial merasa tertarik untuk lebih mendalami dan mempelajari mengenai kebudayaan sunda serta mempertahankannya di era globalisasi sekarang. DanĀ  kebetulan saya juga mempelajari budaya, sudah seharusnya bisa mempertahankannya,” ujarnya. (kek)

0 Komentar