Pemerintah Mulai Gulirkan Subsidi Kedelai, Para Pengrajin Tahu Tempe Masih Keluhkan Ini

Pemerintah Mulai Gulirkan Subsidi Kedelai, Para Pengrajin Tahu Tempe Masih Keluhkan Ini
Salah seorang pedagang tahu dan tempe di pasar tradisional Kosambi Bandung. (Foto: Sandi Nugraha/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JabarEkspres.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat, (Pemprov Jabar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kini tengah mengulirkan bantuan subsidi bagi kacang kedelai.

Pemberian bantuan tersebut, nantinya pemerintah akan bekerja sama dengan Badan urusan logistik (Bulog) dan Koperasi Produsen Tahu Tempe (Kopti) untuk memberikan subsidi sebesar Rp1.000 untuk per satu kilo kedelai.

Menanggapi hal tersebut, Ketua paguyuban Pengrajin Tahu dan Tempe Jabar, M Zamaludin mengaku subsidi yang diberikan oleh pemerintah tidak sesuai apa yang telah disalurkan oleh Kopti kepada para produsen atau pengrajin.

Baca Juga:Tinjau Lokasi Longsor di Bogor, Atalia Harap Ada Tindakan PreventifKonsisten Dukung Program Penghijauan, BCA dan Pemda Bandung Tanam 1000 Bibit Pohon

“Aslinya itu enggak Rp1.000 per kilo yang sampe ke pengrajin (subsidi kedelai). Karena sama Kopti, itu sudah diambil duluan. Seperti sekarang saja, harga kedelai Rp 13.000 (per kilo) hari ini, sedangkan harga subsidinya itu Rp12.250 itu pun untuk harga kedelai yang bagus.Tapi Kopti ngasinya kedelai yang murah dengan harga Rp11.250,” ujarnya saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Jum’at, 14 Oktober 2022.

Tal hanya itu, Zamaludin juga menduga telah adanya permainan dalam pemberian subsidi kedelai ini. Bahkan dia mengatakan bahwa Kopti telah menaikan harga kedelai terlebih dahulu.

“Ini enggak tau ke mana uangnya. Jadi, nyampenya ke konsumen enggak sampai Rp1.000. Jadi ini di-up (naikan) dulu harganya sama Kopti,” katanya

Maka dari itu, Zamaludin meminta kepada pemerintah dalam memberikan subsidi tersebut sebaiknya langsung kepada pengrajin.

Harusnya dari Bulog langsung ke konsumen aja daripada lewat Kopti. Karena Kopti kan mengambil keuntungan, dan itu keuntungannya juga terlalu gede,” ucapnya

Tak hanya itu, ia juga berharap Pemerintah dapat sesegera mungkin menstabilkan kembali terkait dengan harga kedelai.

Sebab Zamaludin menuturkan, hingga saat ini harga kedelai masih cenderung mengalami peningkatan.

Baca Juga:Dalam Waktu Tiga Hari, 22 Bencana Terjadi di Kabupaten Bogor hingga 1.008 Jiwa TerdampakLink Nonton Film Horor, Berani Nonton?

“Sampai saat ini harganya (kedelaik masih terus naik. Bahkan untuk tahu kemarin sudah bada kenaikan sekitar Rp5.000 per papan, dan itu juga kemungkinan besar akan terus naik,” imbuhnya

Dikonfirmasi terpisah, Produsen Tahu Endje, Yeyen Sutrisna mengungkapkan bahwa adanya program subsidi kedelai ini dinial masih belum merata.

“Harusnya adanya pemeratan ke pengrajin (tahu dan tempe) supaya, semua pengrajin ke bagian (subsidi kedelai) di luar anggota Kopti,” ujarnya

0 Komentar