Masa Aksi Demonstran di Bogor Ricuh, Dibubarkan oleh Hujan

Editor: Reporter: Yudha Prananda

JabarEkspres.com, BOGOR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor kembali melakukan aksi demontrasi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dua tempat yakni, di Jalan Sudirman dekat Istana Bogor dan di depan Gedung DPRD Kota Bogor pada Kamis, 15 September 2022.

Pergerakan masa diawali dengan melakukan longmarch ke Jalan Sudirman sekitar pukul 15.00 WIB, namun aksi mereka terjegal barikade petugas kepolisian yang berjaga dalam radius 100 meter dari pintu masuk utama Istana Bogor.

Aksi para demonstran pun sempat diwarnai kericuhan, sehingga suasana saling dorong antara masa dengan petugas pun tak terelakkan, di situ jajaran petugas berhasil menekan mundur masa.

Merasa kurang puas, puluhan masa melanjutkan aksinya ke depan gerbang utama gedung DPRD Kota Bogor.

Di sana mereka membakar ban hingga berusaha mendobrak pagar, namun penjagaan ketat para aparat dilokasi menyulitkan mereka masuk ke dalam gedung wakil rakyat tersebut.

Dalam orasinya para mahasiswa dengan lantang memprotes dan menolak keras kenaikan harga BBM bersubsidi, mereka secara bergantian menyuarakan pendapat dengan menggunakan pengeras suara.

Salah satu orator aksi mengatakan, bahwa kenaikan harga BBM oleh pemerintah menuai polemik di tengah situasi ekonomi negara yang belum pulih seutuhnya dampak pandemi Covid-19.

Menurutnya, kenaikan harga BBM akan berdampak buruk bagi masyarakat menengah ke bawah dan hal itu dapat mempercepat terjadinya inflasi yang tinggi dan meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.