Jika Ingin Adil, SAPU BERSIH

KALAU hendak bersih-bersih lantai dengan sapu, maka sapu yang digunakan juga harus bersih.

Kalau hendak mengepel lantai agar bersih, tentunya juga lap pel yang akan digunakan harus bersih.

Kalau tidak demikian, bersih-bersih tidak akan optimal, karena justru malah tambah masalah karena alat untuk membersihkannya tidak bersih, bahkan bisa jadi lebih kotor dari sebelumnya.

Jadi, kalau ingin lantai bersih, ya SAPU BERSIH,

1. Disapu sampai bersih
2. Menggunakan sapu yang bersih

Sebuah analogi sederhana untuk penegakan hukum agar terwujudnya keadilan. Ya, seperti kita hendak menyapu atau mengepel lantai, yaitu terlebih dulu bersihkan alat bersih-bersihnya bahkan kalau perlu beli yang baru.

Jadi kalau ingin terwujud keadilan penegakan hukum atas kasus yang menimpa seseorang, yakinkan bahwa para pemrosesnya harus benar-benar yang bisa dipercaya.

Dapat menegakkan hukum dengan adil, salah satu syaratnya adalah yang tidak pernah terlibat ada kedekatan sama sekali dengan pelaku.

Karena bisa jadi keadilan tidak akan terwujud atau sekurang-kurangnya akan menimbulkan prasangka buruk,  yang akan menimbulkan berbagai macam opini dan kegaduhan publik.

Walaupun tidak ada jaminan 100% jika tidak ada kedekatan akan benar-benar adil karena juga bisa jadi ada intervensi. Apalagi jika penegak hukumnya lemah mental dan pendirian, tapi setidaknya dari awal sudah menunjukkan, adanya itikad agar penegakan hukum bisa benar-benar berbuah adil.

Karena itu pilih para pemroses yang tidak ada kaitan sama sekali dengan pelaku, agar tidak terjadi saling kait mengait yang akan menyebabkan proses penegakan hukum sulit bahkan tidak mewujudkan keadilan.

Jadi agar terwujud keadilan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.