JABAREKSPRES.COM – Media berhasil mendapatkan bocoran mengenai obrolan Irjen Ferdy Sambo saat menghadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sambo diketahui langsung menemui Kapolri sesaat setelah insiden pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.
Obrolan yang juga sempat diungkap dalam sidang etik Sambo tersebut berisi pengakuan Ferdy sambo saat ditanya mengenai kronologi kejadian oleh Kapolri.
Dalam obrolan tersebut terungkap, bahwa Sambo berupaya memperdayai Kapolri dengan berdalih tak membunuh Yoshua.
Baca Juga:Natalius Pigai Sindir Jokowi Terkait Anggota TNI Mutilasi Warga Mimika: Mana Suara Jokowi? Diam Berarti Setuju Kejahatan MiliterHari Ini Putri Candrawathi Jalani Pemeriksaan ke Dua, Akan Terungkap Apakah Benar Sebagai Korban Pelecehan?
Dia bahkan mengelak, bila menembak Brigadir j maka kepala korban bisa hancur karena senjata yang menjadi pegangannya lebih besar.
Sambo diketahui menghadap ke Kapolri pada malam hari sekitar pukul 20.30 WIB, yakni sekitar 3 jam usai insiden penembakan terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Sambo menghadap Kapolri bersama Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan dan Karo Provos Brigjen Benny Ali diperintah menghadap Sigit.
Sambo tak langsung menghadap Sigit. Benny dan Hendra yang lebih dahulu masuk ke ruangan Kapolri untuk dimintai keterangan. Baik Benny dan Hendra sama-sama seirama mengikuti skenario Sambo soal ada baku tembak antar ajudan Sambo.
Benny dan Hendra lantas keluar dari ruangan Sigit. Sambo kemudian masuk untuk menemui Sigit. Dalam pertemuan itu, Sigit melontarkan satu pertanyaan.
“Kamu nembak nggak, Mbo?,” tanya Sigit sebagaimana dilansir dari detikX.
Kembali ke soal pertemuan dengan Kapolri. Sambo saat itu langsung menjawab pertanyaan Kapolri itu. Eks Kadiv Propam Polri ini mengaku tak ikut menembak Yoshua.
“Bukan saya yang menembak. Karena bisa saja saya selesaikan di luar. Kalau saya yang menembak, akan hancur kepalanya (Yosua) karena saya menggunakan senjata penuh amunisi kaliber 45,” jawab Sambo.
Baca Juga:Bharada E Bisa Bebas Dari Kasus Penembakan Brigadir J, Ini Analisis Ahmad SahroniElpiji DME
Usai pertemuan dengan Kapolri, ketiganya lalu berangkat ke ruang pemeriksaan Provos di gedung Propam Polri. Di ruangan pemeriksaan, sudah ada Eliezer, Kuat Ma’ruf dan Bripka Ricky Rizal.
Sambo menghampiri ketiganya untuk menekankan agar mereka bicara sesuai yang sudah diskenariokan. Benny dan Hendra, yang berada di ruangan itu, mengaku tidak mendengar pembicaraan Sambo dengan ketiga ajudannya tersebut.
