Percantik Wajah Perbatasan, Pemkab Bandung Tata Kawasan Underpass Kopo Jadi Lebih Estetik dan Nyaman

Percantik Wajah Perbatasan, Pemkab Bandung Tata Kawasan Underpass Kopo - Margahayu Jadi Lebih Estetik dan Nyam
Percantik Wajah Perbatasan, Pemkab Bandung Tata Kawasan Underpass Kopo - Margahayu Jadi Lebih Estetik dan Nyaman
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung melanjutkan penataan kawasan underpass Kopo – Margahayu di Kecamatan Margahayu yang menjadi perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

Penataan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan menghadirkan mural, penataan bahu jalan, hingga rencana pemasangan papan selamat datang sebagai wajah baru Kabupaten Bandung.

Camat Margahayu, Nur Hazanah mengatakan, penataan kawasan tersebut merupakan bentuk komitmen Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam mewujudkan lingkungan yang nyaman dan tertib sebagai bagian dari visi Kabupaten Bandung Bedas.

Baca Juga:Wabup Tasikmalaya: Pemeriksaan BPK Jangan Dipandang untuk Cari-cari KesalahanPGN Area Karawang Edukasi Masyarakat dan Dukung UMKM lewat Pemanfaatan Gas Bumi di Harkopnas

“Hari ini kita melanjutkan penataan kawasan underpass di wilayah Kecamatan Margahayu, tepatnya di perbatasan antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Ini merupakan wujud komitmen Bapak Bupati Bandung dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju berkelanjutan menuju Indonesia Emas, salah satunya melalui penciptaan lingkungan yang nyaman dan tertib,” ujar Nur Hazanah saat ditemui, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak melalui kolaborasi pentahelix. Sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Perhubungan, pemerintah desa, perbankan melalui program CSR, Perumda Air Minum, komunitas Gradasi, media, hingga masyarakat ikut terlibat dalam penataan kawasan tersebut.

Menurutnya, mural yang menghiasi dinding underpass tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga menjadi media edukasi lingkungan sekaligus sarana promosi potensi wisata dan budaya Kabupaten Bandung.

“Teman-teman komunitas Gradasi melakukan pengecatan dinding dengan teknik mural supaya lebih estetik, nyaman, mengedukasi tentang lingkungan, sekaligus menjadi media promosi potensi Kabupaten Bandung. Ini tidak akan terlaksana tanpa kolaborasi pemerintah, badan usaha, media, dan masyarakat,” katanya.

Nur Hazanah mengakui selama ini kawasan underpass kerap dikeluhkan warga karena kondisinya yang kumuh, berbau, dan sering tergenang saat hujan.

Meski kewenangan utama berada di pemerintah provinsi dan sejumlah instansi lain, Pemkab Bandung tetap berupaya memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“Pak Bupati ingin memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Bandung, tetapi juga seluruh masyarakat yang melintas di kawasan ini. Mudah-mudahan ikhtiar penataan ini bisa membuat kawasan menjadi lebih estetik, nyaman, dan meminimalisasi keluhan warga,” ucapnya.

0 Komentar