Bahan Pokok Rawan Naik, Begini Kata Pemkot Bandung

BANDUNG – Wacana kenaikan harga BBM dikhawatirkan akan berpengaruh pada harga bahan pokok yang juga rawan akan naik. Sementara Kota Bandung masih mengandalkan daerah lain untuk menunjang pasokan pangan, jumlah itu diketahui mencapai 90 persen bahan pokok yang dikonsumsi masyarakat.

Beberapa bahan pokok bahkan masih diimpor dari negara lain, sehingga menyebabkan komoditas di Kota Kembang rawan naik.

“Kalau saya lebih khawatir ke bahan pokok yang selama ini masih diimpor ya, seperti bawang putih itu kan impor dari China, juga daging sapi karena kota Bandung kan impor dari Australia dan New Zealand. Itu barang-barang yang agak riskan karena itu impor,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah kepada Jabar Ekspres beberapa waktu lalu.

“Kedelai juga karena impor dari Amerika sama Brazil. Itu beberapa komoditas yang memang kita pemenuhannya banyak dari luar tapi mudah-mudahan insya Allah dengan segala upaya pemerintah Indonesia ekonomi kita sudah bisa lebih kuat,” sambungnya.

Elly mengatakan, Disdagin berupaya agar harga bahan pokok tidak naik secara signifikan. Jika harga naik pun, bebernya, akan diberlakukan upaya agar kenaikan tidak berlangsung terlalu lama dan akan kembali normal kembali terutama komoditas pangan strategis.

Sementara itu, Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Kota Bandung, Eric M. Attauriq, mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan perekonomian, tidak hanya dari sisi Bandung semata, namun juga melihat sisi regional, nasional dan global.

“Beberapa hari terakhir ini memang sedang naik telur ayam, kemarin juga sudah berkomunikasi dengan Kadisdagin. Beberapa pemicunya di antaranya; ada kenaikan pakan, terus juga dalam waktu yang serempak juga ada permintaan pasar serentak. Sehingga berpengaruh terhadap penjualan,” jelasnya kepada Jabar Ekspres belum lama ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.