Berujung Damai, Kerenggangan 2 Desa Dimediasi Forkopimcam Cimanggung

Jabarekspres.com, Sumedang – Camat Cimanggung, Dikdik Syeh Rizky buka suara terkait kerenggangan antara Desa Cimanggung dengan Desa Pasirnanjung.

Dia menegaskan, persoalan antara 2 desa sudah diselesaikan usai dilakukannya mediasi dan diawasi oleh Forum Koordinas Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cimanggung.

“Ini sudah clear, sudah selesai (persoalannya). Forkopimcam beserta warga masyarakat Cimanggung telah sepakat perdamaian karena mis komunikasi,” kata Dikdik di Aula Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Senin (4/7).

“Tadi juga (kedua Kades) sudah bersalaman. Kecamatan Cimanggung 11 desanya solid bersatu,” tambahnya.

Dikdik menyampaikan, diskusi pemecahan masalah yang sempat membuat kerenggangan antara Desa Cimanggung dengan Desa Pasirnanjung telah menemukan benang merahnya.

“Alhamdulillah telah selesai, sudah dimediasi oleh Kecamatan, POLRI dan TNI. Sekali lagi saya berpesan, hati-hati di dalam menyampaikan pesan,”

“Supaya tidak terjadi mis komunikasi. Karena mis komunikasi, (bisa berdampak) hubungan saudara jadi (renggang) bermasalah,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintahan Kepala Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Cimanggung, Suganda mengatakan, kerenggangan antara 2 desa itu dipicu karena komunikasi yang tergolong kurang baik.

“Saya sampaikan di sini tidak ada yang salah, namun karena mis komunikasi sehingga perlu dilakukan pertemuan agar dapat kejelasan,” ucap Suganda di tempat yang sama.

Dia pun bersyukur, sebab persoalan yang melibatkan Pemerintah Desa Cimanggung dengan Desa Pasirnanjung dapat diselesaikan secara damai dan bisa berdampak pada hubungan semakin erat.

Dalam pantauan Jabar Ekspres di lokasi, pada penghujung pertemuan mediasi, terlihat Kepala Desa Cimanggung, Yayat Hidayat bersikap kesatria dengan meminta maaf kepada Kepala Desa Pasirnanjung, Susi Herawati.

“Terlepas tadi siapa salah siapa benar itu tidak ada. Semua tadi terkait pengelolaan hutan, kita berbasis rakyat untuk kebaikan rakyat, tidak ada muatan politik,” papar Yayat.

“Mudah-mudahan gunung sama-sama dijaga seperti kita menjaga badan sendiri. Saya sebagai pecinta Gunung Kareumbi ingin lestari sebagai pusat kehidupan Jawa dan Bali,” tambahnya.

Sambutan positif pun terlihat oleh sikap Susi yang mewakili seluruh warga sekaligus Pemerintah Desa Pasirnanjung dengan berjabat tangan.

Susi berharap dengan selesainya persoalan yang melibatkan Kades Cimanggung dan Desa Pasirnanjung bisa membuat hubungan semakin terjalin erat.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan