Orang Tua Anak yang Dicolek-colek Pria di Mal Bintaro Xchange Tuliskan Kronologi Lengkap dan Curahan Hatinya

Editor:

JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria dikejar sejumlah pengunjung dan sekuriti Mal Bintaro Xchange viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat pengunjung yang membawa anaknya ke sebuah mal di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan mengejar pria tersebut dengan geram.

Seorang pengunjung wanita pun merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya melalui akun Instagram.

Hal itu bermula dari unggahan pengguna akun Instagram @misisdevi yang diduga merupakan salah satu orang tua yang anaknya dilecehkan.

Menurut pengakuan pemilik akun tersebut, tidak hanya anaknya yang dicolek, tetapi juga ada anak lain yang mengalami hal serupa.

Dalam rekaman video, terlihat seorang pria menaiki eskalator diikuti oleh sekuriti dan seorang pengunjung.

Akun Instagram @misisdevi kembali menjelaskan kronologi kejadian secara lengkap di akun instagramnya. Penuturan tersebut dibagi menjadi 9 unggahan yang berbeda. Berikut isinya:

Ini aku nulis sambil gemeter lagi…

Anak kita mendadak disentuh oleh orang asing, itu bukan sekedar “HANYA DISENTUH”

Anak kita mendadak dicolek oleh orang asing, itu bukan sekedar “HANYA DICOLEK”

Anak kita mendadak dipegang bagian tubuhnya selain alat vital oleh orang asing, itu bukan “HANYA DIPEGANG DI PERUT”, “HANYA DIPEGANG DI TANGAN”, “HANYA DIPEGANG DI PAHA”, “HANYA DIPEGANG DI PIPI”.

Kata “HANYA” itu mengecilkan masalah yang sebenarnya. ANAK DISENTUH, DIPEGANG, DIRABA, DICUBIT OLEH ORANG ASING, ITU PELECEHAN! Apalagi tanpa ijin. APALAGI SAMA ORANG YANG TERNYATA PUNYA MENTAL ILLNESS.

Jangan menormalisasi Hal ini, sampai-sampai orang yang merasa terganggu saat disentuh oleh orang asing, akan merasa bersalah kalau MERASA TERGANGGU..

Sejatinya, mau anak kecil, mau orang dewasa, treatment nya sama, nggak bisa asal di colek Sama orang lewat!!!!!! COME ON PEOPLE!!!

Kronologi Awal

Aku nggak menyangka, Hal seperti ini terjadi kepada kami. Tujuannya, hanya ingin nyenengin anak aku, nonton live show Tayo. Bayangan aku, aku akan heboh motret Dan nge video in momen anak aku excited&joget-joget ngeliat Tayo, Tapi…..

——

Aku Dan Malik sedang berdiri sambil berbincang disebelah J.co, kami belum masuk ke area panggung Live Show Tayo karena mendadak anakku ingin pulang, entahlah, mungkin keramaian buat dia gusar. Aku coba merayu nya. Saat sedang merayu anakku, mendadak ada seorang lelaki dari arah belakang aku, mencolek area perut bagian bawah Malik.

*definisi mencolek versi aku : dengan seluruh telapak tangan, kemudian secara ringan meremas, lalu melepas*

Sontak aku kaget, dan langsung melihat ke arah orang yang menyolek perut Malik. Seorang lelaki, dewasa, berkulit hitam, berbadan gendut, gempal, dengan masker di dagu nya, melempar senyum puas dan nakal ke arahku sambil terus berjalan.

Respon pertama, aku bertanya dalam hati, apakah dia temanku?

Respon berikutnya aku tersadar, “NO, HE IS NOT MY FRIEND!! SO, WHY HE DARE TO PUT HIS BIG HAND IN MY KID’S BELLY?!?!?”

Aku langsung titipkan anakku kepada suamiku. Kemudian langsung mengejar dan memanggil orang ini, “HEI, KAMU NGAPAIN COLEK-COLEK ANAK SAYA?”, dia menoleh, senyum sambil terus jalan. Damn! Ini aneh. Aku terus mengejarnya, kali ini suaraku makin nyaring, “HEI, KAMU NGAPAIN COLEK-COLEK ANAK SAYA?”

Kembali dia menoleh, tersenyum, Kali ini sambil bilang maaf, tapi tetap sambil berjalan cepat.

Karena aku mulai sulit mengimbangi kecepatan langkahnya, aku buka maskerku dan berteriak kencang “KAMU FEDOFIL YA?!?!?”, Hanya kata itu yang ada diujung lidahku. Harapanku, dia akan berhenti. Tapi tidak, dia mulai masuk ke Salah satu toko di hadapannya, bingung.

Lalu, tak lama, ada seorang Bapak menggendong anak perempuan, ikut berteriak, “DIA JUGA COLEK-COLEK ANAK SAYA!!!”

Aku kaget, Dan dalam hitungan detik, aku mengambil kesimpulan bahwa orang ini BERBAHAYA. Tak hanya anak aku korbannya, tapi ada anak orang lain juga. Dan aku berasumsi, berarti, bisa jadi, ada anak2 lain juga yang dia Colek2, pegang2 mengingat di hall mall itu banyak sekali anak kecil.

Aku berteriak-teriak memanggil-manggil security, yang waktu itu tak tertangkap dimataku. Sedangkan, orang ini mulai kabur dan naik escalator. Suamiku sempat bilang, “Udah…nggak usah…” . Aku sempat terdiam, berpikir, lalu aku putuskan, “Enggak, aku harus kejar dan tangkap orang ini. Ini nggak bener. Kamu jagain Malik ya.”

Aku naik menggunakan escalator, sambil terus berlari. Mengejar orang itu yang juga sedang dikejar oleh si Bapak M (aku sebut Bapak M aja ya). Kami berlari, berusaha mengimbanginya. Dari satu escalator ke escalator berikutnya. Sampai di lantai paling atas, kami Masih dalam posisi terus berlari kecil / jalan cepat. Aku sambil berteriak-teriak memanggil security, atau entah siapapun yang bisa menolong kami menghentikan orang ini.

Akhirnya, di depan XXI terkepung juga, oleh kurang lebih 5-6 security, dan dia langsung kami gelandang ramai-ramai ke kantor security.

Selama perjalanan, penuh dengan debat mulut diantara kami. Tentang siapa dia? kenapa colek-colek anak kami? apa intensi nya? Apakah dia sakit? Pertanyaan-pertanyaan ini diulang-ulang terus, tapi tak dijawab, malah dia balas meneriaki kami.

Sampai di kantor security, kami di dudukkan, dimintai KTP, dan diminta untuk menulis kronologi cerita masalah.

Dari dimintai KTP, orang ini sudah nggak mau, dia menampik, sampai akhirnya ditegaskan oleh Security kalau dia HARUS MEMBERIKAN KTP NYA.

Selama menulis surat aduan, dia terus menghinaku. Katanya, “lo nulis lama banget, tolol ya lo?” Dan banyak provokasi lainnya dari orang ini. Lumayan ramai juga adu suara saat itu.

Bahkan dia sempat bilang, “Om gw itu jenderal!” Lhah, Bapak M langsung tersulut, “BAPAK GW JUGA JENDERAL”

Well then, so many general in here. Hopefully, one of them can help me! #

Bapak M ini sepertinya memang Punya kuasa. Dia telfon sana sini. Bawahannya, ajudannya, kuasa hukum, pengacara dan sepertinya orang-orang penting. Aku di sebelahnya, deg2an, berdoa, semoga ada yang membantu. Karena kalau tidak, mungkin hanya berakhir “damai” di ruang security itu.

Benar saja, tak lama kemudian, ada polisi dari polres datang (semoga ini aku benar ya). Lalu, menyarankan kami untuk langsung ke Polsek. Karena katanya, kalau pasal pelecehan pada anak akan sangat lemah. Tak ada bukti visum nya.

Mungkin yang bisa hanya pasal penganiayaan, karena tadi sempat Bapak M dipukul 2x oleh orang sakit ini, dan banyak saksi mata.

Tapi aku sempat bilang pada polisi tersebut, “Pak, saya nggak peduli pasal pelecehan bisa atau enggak, yang penting saya mau lapor dulu. At least, saya sudah menggunakan hak saya untuk melapor.”

Lalu polisi terdiam, “eh tadi mbak di ancam di bunuh ya?”, Aku jawab, “iya Pak, ini ada bukti video nya.”

“Oh iya, kita bisa juga pakai pasal itu. Ancaman.” Lanjut Pak Polisi

Iya, ada moment dimana aku bertanya, “Ngapain kamu colek-colek anak saya?” Kemudian dia jawab, “Ya karena gemes”. Karena sadar dia mengakui perbuatannya, akhirnya aku nyalakan Video untuk merecord, Dan mengulang pertanyaan aku, agar aku dapat bukti dia mengaku dalam bentuk rekaman. Tapi, bukannya mengulang pengakuan, dia bilang, “Mana sini alamat Lo, gw bunuh semuanya.”

——-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.