Jabarekspres.com – Seiring berkembangnya zaman, para remaja semakin tertarik untuk mengidolakan seseorang. Seperti idola K-pop, bintang film atau musisi band. Namun, tetap jangan berlebihan dan hati-hati alami gangguan psikologis berikut!
Erotomania, Percaya Bahwa Kita Dicintai Orang Lain (Idola)
Erotomania syndrome yakni merupakan gangguan psikologis langka yang menyebabkan penderita percaya seseorang sangat mencintai dirinya, padahal nyatanya tidak.
Orang yang mengidap gangguan ini mayoritas adalah perempuan. Penderita akan merasa bahwa orang tersebut (biasanya orang dengan kedudukan tinggi) mencintai dirinya. Gangguan Erotomania ini dapat menyebabkan delusi dan perilaku mania. Atau kondisi fisik dan mental yang sangat bersemangat, dan terkadang menimbulkan perilaku tidak rasional.
Ada beberapa tanda bahwa seseorang alami gangguan Erotomania
Baca Juga:PPDB Tahun 2022 Kota Bandung Dimulai, Berikut Jadwal, Syarat serta Cara MendaftarKembali Diubah, Berikut Aturan Baru Iuran BPJS Kesehatan Kelas Standar
- Penderita merasa bahwa si pujaan hati mencintainya dan berhasrat padanya.
- Si pujaan hati tersebut biasanya memiliki status lebih tinggi. Contohnya idola, atasan di kantor, kakak kelas atau sosok yang di kagumi banyak orang.
- Penderita menganggap bahwa sosok pujaan hati yang lebih dulu jatuh cinta padanya.
- Penderita menganggap bahwa si pujaan hati juga yang lebih dulu mendekatinya.
- Orang lain melihat tindakan dan respons pujaan hati biasa saja, tetapi penderita erotomania malah menganggapnya sebagai bukti cinta.
- Merasa banyak alasan untuk membenarkan bahwa si pujaan hati memang menyukainya.
- Kondisi ini bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bukan cuma seminggu atau sebulan. Namun, bisa juga waktunya sangat singkat tapi gejalanya ekstrem, misalnya sampai menguntit (stalking), berbohong, memanipulasi, dan melakukan tindak kekerasan.
- Jika yang orang yang di anggap mencintainya adalah selebriti, maka ia akan terus-menerus mencari informasi lewat internet, mengirimi surat atau hadiah. Hal ini membuat penderita erotomania kehilangan minat pada aktivitas lain.
Erotomania syndrome juga bisa di tandai dengan gejala fisik yang mirip dengan tanda gangguan bipolar, skizofrenia, dan gangguan skizoafektif, di antaranya adalah:
- Pada waktu-waktu tertentu merasa sangat bersemangat, hingga melakukan aktivitas lebih banyak dari orang lain.
- Kesulitan untuk tidur.
- Berbicara banyak hal berbeda dalam waktu yang singat, mungkin juga membicarakan kebohongan tentang orang yang di anggap mencintainya.
