Persib Bandung Siap-siap Jelang Pramusim Piala Presiden 2022

“Kita ingin menjaga bersama supaya sepakbola kita bergairah kembali, kita jaga sama-sama, deh, karena jutaan orang terlibat di dunia sepakbola,” pungkasnya.

Dia melanjutkan, hingga saat ini, tiket pun belum diperjualbelikan. Jadi, kata Teddy, dirinya menginformasikan kembali kepada para calon pembeli soal penjualan tersebut.

“Banyak info ke saya sudah ada tiket palsu, jadi mungkin dalam kesempatan ini kami informasikan kita belum menjual tiket,” katanya.

Lantaran, imbuh Teddy, pihaknya masih menunggu proses perizinan. Begitu proses ini selesai, pihaknya baru akan menjual tiket.

“Kami akan umumkan dulu jam berapa kita mulai jual tiket? Karena kita akan menerapkan asas keadilan untuk semuanya,” ucapnya.

“Semua orang akan mendapatkan kesempatan yang sama, karena memang kuota terbatas tiketnya. Jadi kita berikan kesempatan yang sama kepada semua bobotoh untuk mendapat akses membeli tiket merata,” tandasnya.

Perihal antisipasi kedatangan suporter tim yang bertandang, Teddy menjelaskan, hal demikian pun sudah dibatasi maksimal 20 persen. Sesuai regulasi yang tertera.

“Aturan mengenai itu, kan, sudah ada. Tim tamu 20 persen maksimal. Kita pasti ikuti regulasi, jadi 20 persen dari tiket dijual, dialokasikan untuk tim tamu, aturan itu kami ikuti,” jelasnya.

Adapun soal munculnya kasus tiket palsu. Teddy mengatakan, pihaknya tidak bisa berkomentar. Lantaran tiket itu sendiri memang belum diperjualbelikan.

“Karena dari kami (penjualan) tiket juga belum kami buka. Bentuknya seperti apa, kami belum tahu juga, nunggu ijin. Jadi tidak perlu ditukar, semua masuk lewat nomor handphone dan email, scan barcode,” paparnya.

Teddy lantas mengimbau kepada bobotoh, bahwa sesuai regulasi apabila tidak mengantongi tiket lebih baik tak perlu memaksakan datang ke stadion.

“Kalau yang sudah punya tiket, datang ke stadion, dijaga prokes dengan baik. Untuk teman-teman bobotoh yang masuk ke stadion, ayo kita jaga sama-sama supaya bisa jadi tuan rumah yang baik, tidak menyalakan flare, tidak mengucapkan yel-yel rasis, dan berlaku baik,” pungkasnya. (zar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.