NATO Disebut Lemah oleh Presiden Ukraina

Editor:

Jabarekspres.com – NATO tidak mengamini keinginan zona larangan awak pesawat terbang dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang sempat ia sampaikan beberapa waktu lalu dengan maksud untuk melindungi warga Ukraina, diwartakan oleh Aljazeera, Sabtu (05/03/2022).

Organisasi persatuan blok Eropa itu memang selama ini berada di barisan depan dalam membantu Ukraina keluar dari krisis “operasi militer khusus” Rusia di bawah restu Vladimir Putin.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) North Atlantic Treaty Organization Jens Stoltenberg menyampaikan bahwa mereka tidak akan mengambil keputusan zona larangan awak pesawat terbang di langit Ukraina. Hal itu merupakan hasil dari pertemuan darurat 30 negara aliansi blok Eropa tersebut.

Sekjen Jens Stoltenberg mengatakan bahwa pemberlakuan zona larangan pesawat terbang bagi Ukraina akan membahayakan negara-negara di Eropa lainnya.

Adapun zona larangan pesawat terbang atau yang sering disebut no-fly zone itu merupakan larangan bagi awak pesawat terbang melintasi wilayah udara yang diberlakukan oleh aturan tersebut.

Jika NATO memberlakukan no-fly zone bagi Ukraina, artinya awak-awak terbang Rusia tidak boleh melintasi atau melakukan aktivitas di udara Ukraina. Padahal selain menggempur Ukraina dari daratan, Moskow juga menggempur Kyiv lewat jalur udara.

Dengan begitu awak pesawat dari pasukan NATO harus menghantam awak pesawat dari Rusia jika mereka melakukan aktivitas udara di Ukraina.

Jens Stoltenberg pun mengatakan bahwa jika NATO memutuskan aturan zona larangan pesawat di Ukraina, konflik militeristik Ukraina-Rusia akan melebar menjadi peperangan Eropa melawan Rusia.

Dalam beberapa kesempatan kemarin Putin mengomentari hal tersebut. Ia menyatakan bahwa Rusia akan menganggap zona larangan pesawat itu sebagai “partisipasi langsung” dalam konflik. Moskow tidak akan mundur seandainya zona larangan pesawat itu mereka deklarasikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *