JAKARTA– Ustad Abu Syahid Chaniago diserang oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat memberikan ceramah di Masjid Raya Baitusy Syakur, Jodoh, Batam, Kepulauan Riau pada Senin (20/9/2021).
Video penyerangan itu viral di media sosial. Beruntung, penyerangan itu tidak sampai melukai Ustad. Pelaku pun berhasil ditangkap jamaah hingga dihajar ibu-ibu.
Belakangan, setelah pelaku menjalani pemeriksaan di Polsek Batuampar, pelaku disebut-sebut merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
Baca Juga:Tiga Film Pendek Indonesia Tayang di Europe on Screen 20213 Makanan Lezat Ini Bisa Picu Sembelit
Menanggapi itu, Anggota Komisi II DPR RI Fadli Zon menilai, saat ini banyak pelaku penyerangan kepada Ustad, langsung disebut alami gangguan jiwa.
“Pelaku penyerangan dan teror terhadap Ustadz atau Imam atau simbol-islam Islam sering dilabel orang gila,” cuit Fadli Zon di Twitter-nya, Selasa (21/9/2021).
Sementara itu, jika penyerangan ke pemuka agama lain, atau simbol agama lain, maka pelaku langsung disebut teroris.
“Sementara kalau ada serangan terhadap simbol-simbol agama lain langsung dicap teroris. Lalu orang gila bisa diinterogasi dimintai keterangan?” cetus Fadli Zon.
Diketahui, tercatat sejak tahun 2018 setidaknya telah terjadi 7 kali penyerangan hingga penusukan kepada ulama dan pemuka agama Islam. Pelaku penyerangan rata-rata disebut mengalami gangguan jiwa.
Yang terakhir, peristiwa penyerangan dialami oleh Ustad Abu Syahid Chaniago saat memberikan ceramah di Masjid Raya Baitusy Syakur, Jodoh, Batam, Kepulauan Riau pada Senin (20/9/2021). Belakangan pelaku disebut-sebut memiliki gangguan kejiwaan. (Fin.co.id)
