Pasar Parakan Muncang Sumedang Kumuh, Sejak Lama Rencana Revitalisasi Tapi Belum Pernah Eksekusi

Wilayah pasar Parakan Muncang di Desa Sindangpakupon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, beberapa waktu lalu. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
Wilayah pasar Parakan Muncang di Desa Sindangpakupon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, beberapa waktu lalu. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

SUMEDANG – Pasar tradisional Parakan Muncang yang berada di Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang terlihat kumuh.

Diketahui sebelumnya, pasar tradisional Parakan Muncang sempat direncanakan akan direvitalisasi pada 2017 lalu.

Namun, sejak perencanaan awal tersebut, hingga saat ini pasar tradisional Parakan Muncang belum ada perubahan, bahkan terlihat semakin kumuh seakan tidak ada perhatian dari pemerintah untuk direnovasi.

Baca Juga:Empat Organisasi Motor Datangi Pemkot Cimahi, Nyatakan Siap Dukung PemerintahPangdam III/Slw Minta Masyarakat Harus Jaga Lingkungan Situ

Selain kondisinya yang kumuh, pasar Parakan Muncang juga kerap menyuguhkan tampilan sampah yang menumpuk hingga menimbulkan aroma tak sedap.

Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang sebelumnya pada 2017 sempat merangkul investor pemenang tender yaitu PT Bukti Kiara Lestari, namun proses eksekusinya tidak berjalan.

Kemudian pada 2018, Pemkab Sumedang membentuk strategi lain dengan rencana perbaikan total pasar Parakan Muncang yang desain rincian teknisnya telah siap.

Akan tetapi, karena eksekusi tak kunjung terlihat, akhirnya Pemkab Sumedang mencabut kerjasama dengan PT Bukti Kiara Lestari dalam merevitalisasi pasar tradisional Parakan Muncang.

Menanggapi hal itu, Kepala UPT Pasar Tanjungsari, Amung mengatakan, sampai sekarang revitalisasi belum berjalan karena ada kemungkinan terkendala investor.

“Rencana sudah ada dari dulu. Cuma ada kendalanya mungkin di investornya dan juga tempat untuk relokasinya belum siap,” ujar Amung melalui panggilan telepon, Minggu (7/8).

Amung menuturkan, untuk saat ini revitalisasi pasar Parakan Muncang belum dapat dipastikan.

Baca Juga:Menko Airlangga Minta Penyerapan Anggaran di Daerah DipercepatHati-hati! Jambret Gentayangan di Kiaracondong, Sasarannya Anak Kecil

“Rencana ada, tapi (pandemi) Covid-19 belum selesai. Jadi terkendala karena ada Covid-19,” pungkas Amung.

Sementara itu, Amung menjelaskan, untuk jumlah pedagang yang ada di pasar Parakan Muncang sekiranya mencapai 450 penjual. (bas)

0 Komentar