oleh

PT Ibara Lioho dan PT Kingduan di Sumedang Langgar Aturan PPKM

SUMEDANG – Dua perusahaan di wilayah Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang masih bandel dan tidak ikuti aturan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang ditetapkan 3 sampai 20 Juli lalu.

Akibatnya, PT Ibara Lioho Indonesia dan PT Kingduan Industrial Indonesia yang berada di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang diberikan sanksi.

Sanksi diberikan dalam bentuk Tindak Pidana Ringan (Tipiring) akibat membandel tidak mengikuti aturan tentang PPKM.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat sekaligus Penyidik Pegawai Negeri Sipil dari Satpol PP Kabupaten Sumedang, Dadi Kusnadi menuturkan, perusahaan Ibara Lioho dan Kingduan bergerak di bidang otomotif.

Baca Juga:  Sidak Perusahaan Terkait PPKM Darurat, PT Seho Makmur Industri Kena Tipiring

PT Ibara Lioho Indonesia merupakan industri kendaraan dan mesin. Sementara PT Kingduan Industrial Indonesia bergerak di bidang manufaktur, spare part motor serta mobil.

”Jadi kedua perusahaan tersebut dikenai Tipiring sebab melebihi kapasitas jumlah pekerja di masa PPKM. Pelanggarannnya ini dikenakan pasal 21, yang mana kapasistas pegawai pendukung operasional,” ujar Dadi kepada Jabareskpres.com, Rabu, (21/7)

Dadi mengungkapkan, dari hasil sidak ke PT Ibara Lioho Indonesia dan PT Kingduan Industrial Indonesia, dua perusahaan tersebut jumlah stafnya melebihi aturan.

Baca Juga:  Pelanggar PPKM Darurat di KBB Jalani Sidang Tipiring

“Dari hasil sidak kita ditemukan dua perusahaan ini mempekerjakan pegawainya lebih dari 10 persen. Yang seharusnya dua orang, seharusnya empat orang, ini ada delapan orang, ada 15 orang,” kata dia.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga