TPST Sentiong Cimahi Drop Drastis, DPRD Temukan Kapasitas Pengolahan Sampah Tinggal 7 Ton per Hari

TPST Sentiong Cimahi Drop Drastis, DPRD Temukan Kapasitas Pengolahan Sampah Tinggal 7 Ton per Hari
Komisi III DORD Kota Cimahi saat Sidak TPST Santiong (Doc. DPRD Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Komisi III DPRD Kota Cimahi melakukan inspeksi lapangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong pada Rabu (20/5). Sidak itu dilakukan untuk memeriksa langsung kondisi pengelolaan sampah di Cimahi, yang belakangan kembali menjadi sorotan akibat penumpukan di sejumlah wilayah.

Dari hasil peninjauan, Komisi III menemukan fakta bahwa TPST Sentiong yang semula dirancang mampu mengolah hingga 50 ton sampah per hari, kini hanya sanggup menangani sekitar 7 hingga 10 ton per hari. Penurunan kapasitas ini dinilai ikut memperburuk krisis pengangkutan sampah, terutama di wilayah Cimahi Utara.

Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Golkar, Mohammad Nofip, membenarkan temuan tersebut. Ia menyebut, ada sejumlah persoalan teknis yang membuat operasional TPST Sentiong tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga:TPST Sentiong Jadi Harapan Baru Cimahi atasi Masalah Sampah dengan Teknologi RDFKBM Terganggu Bau Menyengat, Retakan Bangunan SDN Pambudi Dharma Kian Parah Akibat TPST Sentiong

“TPST Sentiong ini bantuan dari Kementerian PUPR kepada Pemkot Cimahi. Awalnya dirancang mampu mengolah 50 ton sampah per hari, tetapi setelah kami cek langsung ternyata sekarang hanya bisa sekitar 7 sampai 10 ton per hari,” ujar Nofip saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Menurut dia, penurunan kapasitas itu terjadi karena sejumlah peralatan pengolahan mengalami kerusakan dan belum berfungsi optimal. Selain itu, kondisi tanah di lokasi TPST juga menjadi kendala serius bagi kerja mesin.

“Beberapa peralatan memang harus diperbaiki. Kemudian kondisi tanah di sana kurang padat atau labil, sehingga ada mesin yang tidak bisa berjalan normal. Itu yang membuat pengolahan sampah tidak maksimal,” katanya.

Nofip menilai persoalan ini perlu segera ditangani secara serius oleh Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Jika dibiarkan, ia khawatir problem sampah akan semakin membebani warga.

“Ini menjadi salah satu penyebab banyak sampah belum terangkut di wilayah Kota Cimahi, terutama Cimahi Utara. Karena kapasitas TPST turun drastis,” tegasnya.

Dalam sidak itu, Komisi III DPRD Kota Cimahi juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah dari hulu. Salah satu fokus yang dianggap mendesak adalah penguatan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, agar sampah organik dan anorganik tidak tercampur.

0 Komentar