oleh

6 Bulan Vaksinasi COVID-19: Mengapa Indonesia Terseok-seok Mencapai Target?

Andree Surianta
Andree Surianta

Penulis: Andree Surianta

PhD Candidate in Public Policy, Australian National University

Memasuki bulan keenam vaksinasi COVID-19 di Indonesia, tampaknya pemerintah sulit mencapai target untuk menuntaskan vaksinasi pada 70 persen populasi paling cepat akhir tahun ini dan paling lambat Maret tahun depan.

Walau program sudah separuh jalan dari tenggat maksimal 15 bulan, penyuntikan vaksin baru mencapai 14% dari 363 juta dosis yang ditargetkan. Dari sisi pasokan, sampai Juni, Indonesia telah menerima sekitar 70 juta dosis vaksin.

Baca Juga:  Vaksinasi COVID-19 Kota Cirebon Diklam Sudah Mencapai 54,7 Persen

Tenggat waktu ini sesungguhnya sangat ambisius, mengingat keterbatasan jumlah dan tidak meratanya penyebaran sumber daya kesehatan di negara ini.

Tantangan lain yang tak kalah pelik adalah gejolak rantai pasokan vaksin global. Sulit memastikan keamanan pasokan vaksin di tengah perebutan vaksin COVID-19 yang makin sengit antarnegara.

Untuk mencapai target penyuntikan, pemerintah harus mencari tambahan sumber pasokan vaksin, bahkan jika perlu di luar empat produsen yang sudah dipesan agar vaksinasi bisa berjalan sesuai rencana.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Kasus aktif COVID-19 di Kota Cirebon Jadi yang Terendah

Vaksinasi di Indonesia berkejaran dengan kecepatan penyebaran varian baru virus corona yang akhir-akhir ini makin mengkhawatirkan.

Mengejar target kekebalan populasi

Menghadapi darurat pandemi gelombang kedua, Presiden Joko Widodo menaikkan target vaksinasi harian dua kali lipat (2 juta per hari) mulai Agustus mendatang untuk menyelesaikan vaksinasi nasional pada akhir 2021.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga