Jelang Gerhana Bulan Total, BMKG Bandung Sudah Bersiap-siap

BANDUNG – Gerhana bulan total, peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya,

Hal demikian diungkapkan secara runut oleh Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Bandung, Rasmid.

“(Gerhana) ini terjadi pada saat Bulan berada di umbra Bumi, yang berakibat saat puncak gerhana bulan total terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah. Terkenal dengan istilah Blood Moon,” jelasnya saat diwawancarai di Kantor BMKG Kota Bandung, Senin (24/05).

Rasmid mengatakan, gerhana bulan merah akan terjadi dan dapat dilihat oleh warga Kota Bandung pada hari Rabu 26 Mei 2016.

“Karena pada saat tanggal 26 nanti posisi bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan Bumi, maka Bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga sering disebut dengan super moon,” ucapnya.

“Gerhana bulan total ini akan terjadi nanti hari Rabu tanggal 26 Mei 2021 dikenal juga dengan Super Blood Moon, karena terjadi saat bulan di Perigee, Bulan berada di jarak terdekat dengan Bumi sehingga bulan akan terlihat lebih besar,” sambungnya.

Tim Stasiun Geofisika Bandung akan melakukan pengamatan di Lereng Anteng Dago Bakery Punclut Lembang pada pukul 15.00 – 21.00 WIB menggunakan teropong Vixen Sphinx ED80SF.

Masyarakat di sekitar lokasi juga dapat menyaksikan proses gerhana dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, menjaga jarak dan memakai masker, serta dapat disaksikan secara live melalui https://www.bmkg.go.id/gbt.

Kondisi cuaca saat pengamatan gerhana bulan dikatakan Rasmid berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk melakukan pengamatan, sehingga warga Kota Bandung juga dapa menyaksikan peristiwa gerhana bulan Super Blood Moon.

“Kondisi cuaca diprakirakan berawan dari siang hingga malam hari dengan peluang terjadinya hujan pada pukul 14.00 – 18.00 WIB. Prakiraan suhu udara berkisar antara 20,2 derajat hingga 29,8 derajat celcius dan arah angin, umumnya, Tenggara dengan kecepatan 6 – 17 kilometer per jam,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini Tim Stasiun Geofisika Bandung dipimpin langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan