oleh

UU ITE Tidak Bisa Jerat Orang Berceramah

JAKARTA– Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika, Profesor Hendry Subiakto mengatakan, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tidak bisa dipakai untuk menghukum orang berpendapat di dalam forum-forum, seperti ceramah, wawancara dan lainnya. Sebab menurutnya berpendapat dijamin konstitusi.

“UU ITE tidak bisa dipakai menghukum orang berpendapat, seburuk apapun pendapatnya. Karena dijamin konsitusi. Apalagi disampaikan di forum, ceramah, wawancara dengan media di dunia fisik. Itu bukan ranah UU ITE. Yang dilarang adalah yang sengaja nyebar tuduhan/fitnah pada seseorang di medsos,” ujar Hendry Subiakto lewat keterangan tertulisnya, Kamis (22/4).

Baca Juga:  Bukan Dicabut, UU ITE Hanya Direvisi Terbatas, Simak Alasannya

Guru besar Universitas Airlangga ini berujar, pendapat berbeda dengan menuduh. Sehingga tidak bisa dikenakan UU ITE

“Pendapat tidak sama dengan menuduh dan memfitnah. Pendapat itu sikap yang diekspresikan dengan kata-kata. Bisa berupa penilaian terhadap sesuatu,” katanya.

Dia mengimbuhkan, jika pendapat seseorang tidak disukai maka dilawan dengan pendapat pula. Bukan dilawan dengan UU ITE.

“Sikap setuju tidak setuju, suka tidak suka, bisa juga berupa gagasan. Pendapat tidak bisa disalahkan dan tidak bisa dihukum. Dia hanya dapat dilawan dengan pendapat yang berbeda,” paparnya.

Baca Juga:  Khusus Da'i dan Penceramah, Menag Akan Gelar Sertifikasi Wawasan Kebangsaan

Menurutnya, UU ITE hanya berlaku bagi mereka yang mendistribusikan tuduhan di medsos. Atau memfitnah seseorang tanpa bukti.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga