oleh

Menteri Baru Berkinerja Baik Layak Dipertahankan dan Tidak Alami Reshuffle Kabinet

JAKARTA – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, menteri-menteri yang akan ‘didepak’ dalam reshuffle kali ini, kemungkinan adalah menteri-menteri yang telah bekerja lebih dari setahun. Sebab, menurutnya, kinerja seorang menteri baru bisa diukur minimal dalam kurun waktu setahun.

Ini artinya untuk menteri-menteri baru yang diangkat pada Desember 2020 lalu posisinya aman dari reshufle.

Pada Desember 2020, Jokowi melantik enam menteri baru yakni, Tri Rismaharini sebaga Mensos, Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif, Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), Yaqut Cholil Qomas (Menag), Budi Gunadi Sadikin (Menkes) dan M Lutfi (Mendag).

Baca Juga:  Tanggapan Pengamat Soal Dugaan Komisaris BUMN Diwarnai Kepentingan Politik

Ray menilai, enam orang menteri baru itu berpeluang besar dipertahankan oleh Jokowi, karena masa jabatan mereka masih seumur jagung.

“Kalau dari aspek waktu, setidaknya nunggu satu tahun lah untuk ngukur kinerja ,” ujar Ray saat dihubungi, Rabu (14/4).

Kata dia, Jokowi bukanlah tipikal pemimpin yang mengukur kinerja dalam waktu singkat.

“Dari aspek waktu itu terlalu cepat, karena belum sampe 3-4 bulan, itu bukan gayanya Pak Joko Widodo,” ujarnya.

Baca Juga:  Mahfud MD Bungkam Soal 51 Anggota KPK yang Dipecat, Gus Umar: Maklum, Lagi Enak

Menteri-menteri yang baru dilantik pada Desember 2020 itu juga telah menunjukkan gebrakan-gebrakan. Ray mencontohkan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga