JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan tindak kejahatan terorisme dan penyebaran paham radikalisme tidak berkaitan dengan agama. Karena, tidak ada satu agama pun yang mengajarkan tentang kekerasan.
“Terorisme itu tidak ada kaitannya dengan agama. Tidak ada agama yang memberikan toleransi untuk terjadinya aksi terorisme, kekerasan; apalagi sampai membunuh orang lain, bahkan membunuh dirinya sendiri,” kata Wapres Ma’ruf Amin usai meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Barito Utara, Kalimantan Tengah, Selasa, (30/3).
Wapres mengatakan Pemerintah terus berupaya mengatasi radikalisme dan terorisme di Indonesia. Salah satunya melalui pemahaman, pendidikan, dan pembinaan kepada masyarakat.
Pasca Bom Makassar, Polresta Bandung Perketat Penjagaan di Rumah Ibadah
Baca Juga:Kepala Diskominfo Bandung Sebut KIM Bantu Pemerintah Sampaikan Informasi PublikPLN Berencana Tambah Fasilitas Fast Charging Mobil Listrik di Jawa Barat
Selain itu, upaya deradikalisasi terus diperkuat kepada orang-orang yang pernah terpapar paham radikalisme.
“Karena ternyata sel-sel (radikal) itu masih ada; kadang-kadang dia tidak muncul, tetapi suatu ketika dia tiba-tiba muncul. Maka Pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya untuk kontraradikal-terorisme ini,” tutur-nya.
Sebelumnya, serangan bom bunuh terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu pagi pukul 10:30 WITA. Bom tersebut menewaskan dua orang yang diduga pelaku.
Temukan Surat Wasiatnya, Ternyata Ini Motif Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kemudian menangkap 13 orang terduga teroris di empat provinsi, yakni Makassar, Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyebutkan empat orang terduga teroris yang ditangkap di Makassar berkaitan dengan dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu, (28/3).
Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Ternyata Pasutri yang Baru Menikah 6 Bulan
Baca Juga:Perkiraan Awal Ramadhan dari LAPAN dan Cara Penetapannya, Cek Tanggalnya di SiniIdealnya, SK Kepengurusan DPD Golkar Tidak Turun Sebelum Putusan MP
Sementara dalam operasi penangkapan di Condet, Jakarta Timur dan Bekasi, Jawa Barat, polisi menangkap empat orang terduga teroris serta mengamankan barang bukti berupa lima bom aktif dan bahan-bahan peledak. (antaranews)
