Gelap di Lumbung Listrik, PT PLN Mencatat 204.608 KK Belum Terang

PEtugas PLN
PASANG ALAT: Seorang petugas PT PLN saat mengecek listrik rumah warga agar memastikan tetap nyala dan tak ada kendala teknis di lapangan. (FOTO ILUSTRASI)
0 Komentar

BANDUNG – Pemangkasan anggaran di Dinas ESDM wilayah I meliputi Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi diyakini akan berdampak pada pasokan listrik bagi warga.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Ralyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar), Tetep Abdul Latif mengkritisi pemangkasan anggaran tersebut. Sebab, menurut dia, akan berpengaruh terhadap kurangnya pasokan listrik di lingkungan pedesaan.

“Padahal Jawa Barat mempunyai lumbung listrik seperti waduk atau bendungan yang menjadi sumber pengelolaan listrik. Namun, ironis untuk daerah yang penghasil listrik tapi masih ada masyarakat yang belum menikmati listrik tersebut,” kata Tetep di Bandung, Kamis (4/2).

Baca Juga:Tak Muluk-Muluk Soal Izin Liga, PBB Berharap Kompetsi Nyata DigelarKanker Otak

Kendati begitu, dirinya akan memperhatikan secara penuh terkait pendistribusian aliran listrik yang tidak merata, terutama perihal pengelolaan anggaran.

Ia pun meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan elektrikasi.

“Karena ini menjadi kebutuhan untuk masyarakat yang tidak mampu, listrik ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk kegiatan di rumah dan juga untuk kegiatan belajar mengajar apalagi dalam kondisi pandemi saat ini,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Niaga dan Managemen Pelanggan PT PLN, Bob Saril menuturkan, PLN Jawa Barat saat ini melayani hampir 15 juta pelanggan dengan penambahan sebanyak 357 ribu pelanggan selama tahun 2020 sehingga rasio elektrifikasi menjadi 99.5% .

Pada tahun 2020, sebut dia, masih terdapat 204.608 KK (kepala keluarga) yang belum berlistrik. Sehingga untuk mendukung peningkatan rasio elektrifikasi, PT PLN juga memberikan bantuan CSR PLN Peduli dan Bina Lingkungan sebesar Rp 300 juta kepada Dinas ESDM Jawa Barat untuk penyambungan 365 pelanggan (Instalasi, SLO, dan Biaya Penyambungan) melalui PT PLN Jawa Barat.

“Dalam upaya mendukung salah satu program gubernur yaitu peningkatan konsumsi energi listrik per kapita dengan target 1.693 kWh/kapita pada tahun 2025, dimana pada tahun 2019 telah tercapai 1.032 kWh/Kapita yang pencapaiannya lebih tinggi dari konsumsi listrik per kapita secara nasional,” katanya.

“PLN Jabar pun telah berhasil mencatatkan pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 3% sampai triwulan I 2020, akan tetapi akibat terjadinya pandemi Covid-19, telah terjadi penurunan konsumsi energi listrik sebesar -1.9% pada triwulan II dan III,” imbuhnya.

0 Komentar