Khawatir Berdampak Banjir, Warga Jatimulya Tolak Rencana Pembongkaran Jembatan oleh PT Adhi Karya

Khawatir Berdampak Banjir, Warga Jatimulya Tolak Rencana Pembongkaran Jembatan oleh PT Adhi Karya
TOLAK: Spanduk menolak pembongkaran bertebaran di Kelurahan Jatimulya. Waga menolak rencana PT Adhi Karya itu karena bisa berdampak lingkungan, yakni banjir jika musim hujan tiba.(HARIPAN/KARAWANG BEKASI EKPRES)
0 Komentar

TAMBUN SELATAN – War­ga Jatimulya menolak ren­cana dilakukannya penu­tupan dan pembongkaran Jembatan dua Over Pass KM 13+800 oleh pihak PT. Adhi Karya (Persero).

Penutupan Jembatan dua ini lantaran pihak Adhi Karya akan membangun depo proyek transportasi MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) di area tersebut.

Lurah Jatimulya, Charles Mardianus megatakan awalnya warga Jatimulya dihebohkan adanya pema­sangan spanduk bahwa tanggal 3 September 2020 akan ada penutupan akses jalan Jembatan dua Over Pass KM 13+800 tanpa ada perundingan serta musy­awarah terhadap masyara­kat setempat.

Baca Juga:KPU Cian­jur Minta Bapaslon Mendaftar Lebih AwalWarga Cuek Pakai Masker

“Jadi tanggal 15 Agustus lalu kami dihebohkan ad­anya pemasangan spanduk bahwa tanggal 3 September 2020 akan ada penutupan akses jalan. Berawal dari situ tanggal 15 Agustus saya diinformasikan bapak RW dia melaporkan kesaya akan ada penutupan akses jalan dari spanduk tersebut,” ka­tanya. Ia mengakui hingga saat ini pihaknya Kelurahan Jatimulya tidak ada pem­beritahuan terlebih dahulu baik pembicaraan ataupun tertulis personal itu dengan pihak Adhi Karya.

“Karena warga sudah rame tentunya kita harus ambil si­kap bermusyawarah dengan warga, tokoh masyarakat, karang taruna dan tokoh pemuda.

Makanya tanggal 15 Agus­tus jam 3 sore abis solat ashar kita bermusyawarah dengan warga dan kita ke­lurahan mengundang ketua LRT untuk sama sama agar ada solusinya dari pihak LRT tidak hadir. undangan tertulis kita kirim cuman pihak LRT tidak hadir,” say­angnya.

Menurut dia, Informa­si yang didapat pihaknya diketahui alasannya mau dibikin akses rel LRT.

“Jadi jalan tersebut ditu­tup permanen dan tangga­pan warga setempat yaitu jembatan 2 ini di lintasi dri warga yang bagian utara RW 01,02,03,04,05, 14, yang bagian selatan­nya sebrang kalimalang dan tol RW 06,07,08 dan 09 menolak penutupan akses jalan tersebut sampai ada solusinya,” tuturnya.

Dari aspirasi masyarakat Jatimulya yang ia terima bahwa akses jalan tersebut sering digunakan. Jika itu di­tutup jarak lebih jauh, karena jika musim hujan terowon­gan Jembatan 3 tersebut ter­dampak banjir dan tidak bisa buat akses jalan.

0 Komentar