Kecintaannya terhadap politik, mengantarkan keng Lepi menjadi aktivis politik PKB Cianjur. Sebagai politisi muda, ia dikenal ramah dan dicintai para orang tua serta sesepuh PKB. Tidak heran jika dalam usia muda, yaitu 29 tahun ia sudah dipercaya menjadi Ketua PKB Cianjur. Sebagai Ketua Partai yang dilahirkan Ormas Keagamaan terbesar di Indonesia (NU), Kang Lepi sangat dekat dengan kyai-kyai dan pemuka Agama di Cianjur.
Karir politik Kang Lepi terlihat sangat moncer, pada tahun 2009 ia terpilih menjadi anggota DPRD Cianjur. Kiprahnya di DPRD sangat baik, ia menggagas Pembentukan PANSUS Pemekaran Cianjur Selatan, menginisiasi PERDA Pendidikan Diniyah, mendorong didirikannya SMP satu desa satu, dan mengkampanyekan anggaran Pro Rakyat. Karena kinerjanya yang dianggap baik itulah, kemudian ia terpilih lagi pada pemilu 2014 dan pemilu 2019.
Ditengah kesibukkannya sebagai politisi, Kang Lepi yang merupakan seorang suami dari isteri tercintanya Yayu Rahayu, dan ayah dari kedua putrinya (Nashwa dan Keisya) ia tidak pernah meninggalkan dunia pendidikan. Ia berhasil menempuh pendidikan S2 di IPB Bogor, dan intens memberikan kuliah serta seminar. Selain itu ia juga aktif menulis, baik di surat kabar, atau jurnal ilmiah.
Baca Juga:Belum Saatnya KBM Tatap Muka, Dewan Kritisi Rencana Disdik JabarPesta Gol, Inter Amankan Jalan ke Final Liga Europa
Kang Lepi, yang lahir dari Keluarga sederhana namun bersahaja dan menjunjung tinggi kehormatan serta kejujuran itu, kini memiliki cita-cita untuk menjadi orang nomor satu (1) di Cianjur. Ia selalu menyampaikan, bahwa menjadi Bupati (pemimpin) adalah wasilah untuk ber-amar ma’ruf nahyi munkar. Tujuan utama dari Kekuasaan adalah Kemajuan Agama, Peradaban, Kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan.
Kang Lepi meyakini, bahwa mencalonkan Bupati membutuhkan dukungan yang luar biasa besar, baik dukungan gagasan, materi, maupun jejaring sosial. Menyadari beratnya medan perjuangan ini, Kang Lepi selalu menyampaikan bahwa ia tidak bisa menggerakkan perubahan seorang diri, melainkan membutuhkan banyak teman yang sama-sama MENCINTAI CIANJUR dan tidak ingin Tanah Leluhur ini terus-terusan menjadi daerah yang ada dibelakang daerah lain di Jawa Barat.
