oleh

Ketua Panja DPRD KBB Dukung Penyelidikan Kasus Bantuan Sembako Ayam Busuk  

NGAMPRAH – Adanya penyelidikan terkait penyaluran sembako berisi ayam busuk yang telah diterima warga di Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Cimahi dinilai sudah seharusnya dilakukan penyelidikan.

Hal tersebut dilakukan polisi karena dalam penyaluran sembako ada dugaan penyelahgunaan anggaran penanganan pandemi Covid-19 serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak di KBB Tahun Anggaran 2020.

Baca Juga:  PSI Nilai Wali Kota Depok Gagal Urai Permasalahan

“Wajar, itu hak mereka menindaklanjuti, artinya itu ada indikasi (penyalahgunaan anggaran), salah satunya laporan dari masyarakat atau informasi dari media,” ujar Ketua Panja Percepatan Penanganan Covid-19 DPRD KBB, Bagja Setiawan saat dihubungi, Jumat (8/5).

Alasan lain adanya penyelidikan dari polisi karena skema pengadaannya ditunjuk langsung, bukan melalui proses lelang, dan anggarannya cukup besar memang riskan terjadi penyalahgunaan anggaran.

Total anggaran untuk bansos saja mencapai Rp 84 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk penyaluran sembako kepada 30 ribu penerima senilai Rp 500 ribu untuk 4 bulan, jadi totalnya per KK mendapat nilai sembako dengan total Rp 2 juta.

Baca Juga:  Panglima TNI Marsekal Hadi Didesak Dicopot, Ternyata Bukan Hanya Karena KRI Nanggala Tenggelam

Ia mengatakan, terkait adanya penyelidikan ini, Pemda KBB tak perlu khawatir jika memang penyaluran sembako itu sudah sesuai dengan aturan dan tidak ada maladministrasi dalam proses pengadaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga