BANDUNG – Kepala Terminal Cicaheum Kota Bandung Roni Hermanto mengatakan semenjak pandemi Covid-19 pada Maret lalu terjadi penurunan hingga 90% terhadap penumpang Bus sehingga tidak ramai seperti biasanya.
“Kita mengalami penuruan, saat ini penumpang yang menggunakan terminal cicaheum hanya 10%. penumpang kendaraan yang tidak adanya 90 persen,” ujar Roni di Terminal Cicaheum, Kota Bandung Selasa (22/4).
Kendati demikian, Roni mengungkapkan saat ini bus masih ada yang beraktivitas. Namun berberkurang, antara lain bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 5 sampai 8 unit satu hari.
Baca Juga:Aktivitas Pasar Tradisional Masih Seperti Biasa, Pedagang Tidak Menggubris Penerapan PSBBBuat Pelanggar PSBB, Pemkot Cimahi Terapkan Sanksi Isolasi
“Sementara Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 20 sampai 25 yang jalan,” ungkapnya.
Sementara itu, dihari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kawasan Cicaheum. Menurutnya di hari pertama saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham.
“Kita dengan stakeholder-stakeholder yang ada terus bersiaga di check point dan melaksankan PSBB mulai tadi pagi. Jadi tadi masih banyak ditemukan roda dua yang boncengan. Masih banyak mobil pribadi yang ada didepannya berduaan, itu kan tidak boleh,” katanya.
Pihaknya menjelaskan beberapa pelanggar tersebut untuk saat ini hanya dilakukan teguran. Namun tetap nantinya akan ada tindakan dari kepolisan.
“Nanti kita disini kalau ada masyarakat yang masih membandel akan diberikan surat keterangan kelakuan baik. dan didata langsung oleh petugas,” tegasnya.
Menurutnya dalam aturan PSBB jam oprasional bus sudah diatur di setiap terminal yang ada. Pihaknya mengungkapkan setiap bus reguler anggutan umum dalam trayek dibatasi dari jam 6 pagi sampai jam 18.00 waktunya beroprasi.
“Adapun oprasional terminal juga dibatasi dari jam 5 subuh sampai 18.00,” katanya.
Pihaknya terus berupaya dalam melakukan pengecekan terhadap penumpang yang masuk dan yang keluar.
Baca Juga:Hadirkan Saksi Lewat Teleconference, Hakim Bongkar Aliran Suap Mantan Bupati Indramayu H. SupendiPengembang Perumahan Buana Soeta Residence Lepas Tanggung Jawab Terhadap Fasos Fasum
“Pertama protokol kesehatan kita juga melaksanakan antisipasi baik penumpang maupun petugas kita juga diurus kesehatannya. Selain itu selalu mengimbau penumpang dan supir untuk pakai masker, cuci tangan sebelum masuk dan sesudah naik kendaraan,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan di dalam setiap kendaraan (bus) juga penumpang tidak boleh lebih dari 50% dari kapasitas bus yg tersedia.
“Jadi di dalam bus juga kita pantau, kemudian disemprot pakai disinfectan juga bus nya. Kita terus melaksanakan pengecekan,” pungkasnya. (mg1/yan)
