Warga Desa Cilame Dinyatakan Positif, Kasus COVID-19 di KBB  Jadi Lima Orang

Warga Desa Cilame Dinyatakan Positif, Kasus COVID-19 di KBB  Jadi Lima Orang
Rapid Tes yang dilakukan Pemdaprov Jabar terhadap anggota HIPMI belum lama ini. (Foto: Humas Jabar for Jabar Ekspres)
0 Komentar

NGAMPRAH –  Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali mengumumkan seorang pria warga Desa Cilame Kecamatan Ngamprah positif korona atau Covid-19.

Pasien tersebut dinyatakan positif setelah melakukan rapid test di Puskesmas Cimareme pada Jumat (27/3) lalu.

Diketahui, saat ini jumlah total pasien positif Covid-19 di KBB berjumlah lima orang.

Baca Juga:ASN Banyak Kewajiban ke Bank, Gubernur Jangan Asal Potong GajiJumlah ODP di Jabar Capai 5.293,  Gubernur  Imbau Perantau Jangan Mudik, Biaya Hidup Akan Dijamin

Empat orang di antaranya berkaitan erat dengan klaster seminar keagamaan di Lembang.

Dari lima pasien itu, dua pasien positif asal Parongpong sudah meninggal dunia.

Sementara satu pasien dirawat di RSHS dan satu pasien dirawat di RSUD Cililin. Terakhir warga Desa Cilame dinyatakan positif.

Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjajanto mengatakan, pasien positif tersebut merupakan seorang pria warga Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah.

Saat ini yang bersangkutan sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya dan kondisinya terus dipantau, termasuk dilarang melakukan kontak langsung dengan keluarganya.

“Betul ada positif Covid-19, tapi tidak dirawat di rumah sakit karena tidak ada gejala, sehingga bisa melakukan isolasi diri di kamar rumahnya,” ujar Hernawan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (31/3).

Saat ini, pihaknya tengah melakukan tracing untuk menulusuri riwayat perjalanan dan aktivitas pasien.

Baca Juga:Gubernur  Tegaskan Pemotongan Gaji ASN Akan Proporsional40 ODP Klaster GBI Lembang Sudah Dilakukan Pemeriksaan

Namun, berdasarkan informasi awal, yang bersangkutan memang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

“Informasinya yang bersangkutan pernah ke Inggris, tapi untuk waktunya kapan, kami belum bisa memastikan. Kami harus dalami dulu,” katanya.

Untuk pasien tersebut akan kembali dites ulang dengan menggunakan metode molekuler atau Polymerase Chain Reaction (PCR) agar hasilnya benar-benar akurat.

Sementara selama dia diisolasi di rumah, pihaknya terus melakukan edukasi agar yang bersangkutan melakukan social distancing dan physical distancing dengan keluarganya.

“Kalau tidak seperti itu, dikhawatirkan semua orang tinggal di rumah itu juga bisa terinfeksi. Jadi nanti keluarganya akan kami tes juga,” tandasnya. (mg6/yan)

0 Komentar