”Sudah dilakukan pemantauan ke lokasi dan dilakukan pengambilan sampel air dari sumur,” kata Ronny.
Namun demikian, pihaknya belum bisa menentukan penyebab panasnya air sumur tersebut. Termasuk soal kemungkinan dampak dari lokasi sumur yang berdekatan dengan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).
”Belum bisa diidentifikasi karena hanya 1 titik sumur yang mengalami hal itu, sementara sumur sekitarnya biasa saja,” ungkapnya.
Baca Juga:Bupati: KNPI Mitra Strategis di Pembangunan DaerahPenanganan Banjir Jadi Sorotan Akademisi
Untuk memastikan kandungan air di sumur Hambali, pemeriksaan sampel air bakal dilakukan dengan sembilan parameter.
”Parameter yang diterapkan biasa untuk menguji air limbah, ini untuk mengetahui apakah air masih layak digunakan untuk konsumsi atau tidak,” terangnya.
Pemeriksaan sampel dilakukan di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Laboratorium Lingkungan Kota Cimahi.
”Sekarang sedang uji laboratorium sampai 14 hari kedepan, baru diketahui hasilnya,” tuturnya.(mg3/ziz)
