Jaga Tradisi ‘Hajat Bumi’ Sebagai Bentuk Syukur

Jaga Tradisi ‘Hajat Bumi’ Sebagai Bentuk Syukur
PELESTARIAN BUDAYA: Sejumlah warga saat menggelar Hajat Bumi di Dusun Bambu sebagai bentuk rasa syukur akan limpahan bumi, Sabtu (21/12).
0 Komentar

NGAMPRAH– Sebagai ungkapan rasa syukur terhadap hasil-hasil bumi yang melimpah, sejumlah warga menampilkan hasil-hasil bumi melalui acara Hajat Bumi  yang di pusatkan di Dusun Bambu, Kecamatan Cisarua, Sabtu (21/12).

Selain menampilkan hasil bumi, kegiatan tersebut juga dalam rangka melestarikan adat dan budaya Sunda yang harus tetap terjaga, terutama di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seperti seren taun di Ciptagelar, Kabupaten Sukabumi, Hajat Bumi tersebut akan diisi dengan kegiatan arak-arakan hasil bumi masyarakat sekitar, terutama padi. Sejumlah warga mengenakan pakaian tradisional Sunda, sementara kegiatan ini juga diiringi dengan lantunan musik khas Jawa Barat.

Baca Juga:Belajar harus Tetap BerjalanJalan Sekitar Alun-alun Bersih Bebas PKL

Manager Restoran Purbasari Dusun Bambu, Nadia Iwandha menjelaskan, kegiatan Hajat Bumi ini digelar setiap akhir pekan pada bulan Desember ini. Puncaknya, akan digelar pada 30-31 Desember 2019 dengan persembahan dari Saung Angklung Udjo.

“Rencananya ke depan kegiatan seperti ini bakal digelar pada hari-hari libur nasional. Hal ini juga merupakan upaya kami untuk melestarikan adat istiadat Sunda,” ujarnya.

Menurut Nadia, pelestarian adat Sunda di kawasan Dusun Bambu ini melibatkan sejumlah warga sekitar. Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dan pengunjung bisa lebih mengenal dan mencintai budaya daerah Jawa Barat ini.

Setiap akhir pekan, sebut dia, kunjungan ke objek wisata di Bandung utara ini bisa mencapai sekitar 5.000 orang. Para pengunjung tak hanya dari berbagai daerah di Indoensia, tetapi juga dari mancanegara, seperti Singapura dan Malaysia.

“Melalui kegiatan-kegiatan budaya ini, diharapkan pengunjung tidak hanya menikmati wisata, tetapi juga mengenal budaya daerah Sunda,” katanya.

Selain Hajat Bumi, pada akhir pekan kemarin juga digelar Degung Iwung, yakni penampilan kolaborasi musik tradisional dan modern dari para siswa SMAN 1 Lembang.

Kegiatan musikal tersebut ditampilkan di atas danau, sehingga pengunjung bisa berkeliling danau menggunakan perahu sambil menikmati alunan musik tradisional Sunda.

Baca Juga:DPD GPEI Berupaya UKM/IKM Jabar Bisa Ekspor Hasil Produknya16 Gereja dapat Perhatian Khusus

Nadia menambahkan, perpaduan wisata dan budaya memang menjadi visi dari Dusun Bambu. Hal ini dibuktukan dengan sejumlah spot di objek wisata tersebut yang diberi nama-nama Sunda, seperti Restoran Purbasari, dan sejumlah vila, seperti Sangkuriang, Kabayan, Iteung, dll.

0 Komentar