Wujudkan Jabar Kondusif Jelang Pilpres, AIS Gelar Jawa Barat Bermunajat

Jawa Barat Bermunajat rencanannya akan digelar di alun alun Kota Bandung sebagai bentuk kolaborasi untuk ciptakan kondusifitas
Jawa Barat Bermunajat rencanannya akan digelar di alun alun Kota Bandung sebagai bentuk kolaborasi untuk ciptakan kondusifitas
0 Komentar

BANDUNG – Untuk mewujudkan situasi kondusif di tahun politik, sejumlah alim ulama, para pemimpin daerah, dan sejumlah tokoh di Jawa Barat bergerak menggelar acara ”Jawa Barat Bermunajat”.

Acara Jawa Barat Bermunajat rencananya digelar di Alun-alun Kota Bandung, diinisiasi Arus Informasi Santri (AIS) Jawa Barat (Jabar) yang menilai, melihat mulai ada gesekan yang cukup tajam di tengah masyarakat akibat perbedaan pilihan politik.

Padahal, perbedaan pilihan politik semestinya disikapi secara dewasa, agar potensi gesekan itu tak membesar. Sebab, Jabar harus tetap adem dan kondusif.

Baca Juga:Kumpul Keluarga Hingga ZiarahKapolri Pastikan Pergantian Kabareskrim Tanpa Friksi

”Kita harus ambil langkah. Jawa Barat ingin situasi politik adem, hubungan sosial antar-kelompok masyarakat terjaga dengan baik, sehingga lahirlah acara Jawa Barat Bermunajat ini,” kata Ketua AIS Jabar, Adhia Ahmad Turmudzi dalam keterangan tertulisnya, kemarin (24/1).

Acara ”Jawa Barat Bermunajat” akan dihadiri sejumlah ulama Ahlussunnah Wal Jamaah. Di antaranya Rais Aam Jatman Habib Luthfi bin Yahya, pimpinan Ponpes Assalam Bandung KH Habib Syarief Muhammad Alaydrus, Ketua MUI Jabar Prof Dr KH Rahmat Syafei, Habib Salim Jindan Baharun, Habib Umar Assegaf, dan Ketua DKM Masjid Raya Jabar KH Mukhtar Ganda Atmaja.

Selain itu, bakal hadir Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung Oded M. Danial, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, dan Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

”Kita harus mulai lewat munajat. Berdoa sepenuh hati mengharapkan rida, ampunan, dan hidayat Allah SWT agar negeri ini damai, semakin maju, negeri yang baldatun thayibatun wa rabbun ghafur,” paparnya.

Sebab, lanjut Agung, pilpres harus menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam balutan demokrasi yang penuh kegembiraan, jauh dari fitnah, hoaks, serta kebohongan. Adhia juga menuturkan, acara akan diisi dengan doa keselamataan negeri oleh 5.000 jamaah dari takmir masjid, majelis taklim, dan komunitas pesantren.

”Kita mendoakan agar bangsa ini bisa melewati pesta demokrasi dengan aman dan damai, serta bisa menghasilkan kepemimpinan terbaik yang mampu memajukan negeri ini dan tulus memberi keteduhan bagi semua,” ungkapnya.

Para alim ulama juga akan memimpin doa untuk memohon ketenangan dan kesejahteraan bangsa pada Allah SWT. ”Harapan kita semua sama. Jangan sampai cita-cita mulia memajukan negeri ini dinodai dengan fitnah. Kita kedepankan islah untuk Indonesia yang lebih berkah,” ungkapnya lagi.

0 Komentar