Untuk menambah daya serang, Mario Gomez melakukan pergantian pemain di menit 75 dengan memasukkan Atep yang menggantikan Febri Hariyadi.
Persib hampir saja mengubah skor menjadi 3-2 di menit 78. Namun sayang, sontekan Bauman harus dianulir oleh wasit. Pasalnya, Atep dianggap sudah berada di posisi offside sebelum memberi umpan kepada Bauman.
Dua menit kemudian, giliran striker Kroasia, Marko Simic diganjar kartu kuning. Dia terlihat jelas menghalang-halangi pergerakan M. Natshir yang akan menendang bola.
Baca Juga:e-Paper Jabar Ekspres Edisi 24 September 2018Timnas U-16 dapat Tambahan Motivasi
Memasuki menit 80, Persib terus mencoba menekan pertahanan Macan Kemayoran. Namun rapatnya barisan pertahanan Maman Abdurahman cs membuat lini depan Persib kesulitan.
Di menit-menit akhir, ketika seluruh bobotoh menyangka pertandingan akan berakhir imbang, Persib mencetak gol secara dramatis. Mali menjadi pahlawan kemenangan ketika menyundul bola ke gawang Andritany setelah memanfaatkan umpan Atep. Skor pun menjadi 3-2, dan Persib mengakhir laga dengan poin sempurna.
Pelatih Persib Mario Gomez menyanjung permainan anak asuhnya yang berhasil menundukkan Persija Jakarta. Menurut pria berusia 61 tahun itu, kemenangan yang diraih timnya merupakan hasil kerja keras dan perjuangan semua pemain di sepanjang pertandingan.
”Saya sangat bangga dengan para pemain. Bukan hanya karena kita menang, tapi juga karena kita berjuang tanpa henti. Ketika gol pertama kita dibalas, kita lanjut berjuang. Ketika gol kedua dibalas kita tetap berjuang untuk gol ketiga. Itu sangat penting karena setiap saat kita berjuang,” ujar Gomez dalam sesi jumpa pers seusai laga.
Pelatih asal Argentina itu pun menilai pertandingan tadi petang salah satu pertandingan yang sulit bagi Maung Bandung. Namun berkat karakter Tim yang kuat, Persib mampu menaklukkan musuh bebuyutannya tersebut.
”Pertandingan ini tak mudah untuk dimenangi, dan kami bisa menang karena kami punya karakter. Babak pertama kami buruk, tapi babak kedua kami berkembang,” kata Gomez. (sib/ign)
